Soal Raperda Kota Pahlawan, Waket DPRD: Hargai Keputusan Bung Karno

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 14:10 WIB
Pemkot Surabaya
Foto: Pemkot Surabaya
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony mengatakan usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) merupakan ide untuk menghargai Presiden Sukarno (Bung Karno) yang telah memberikan sabda Surabaya sebagai Kota Pahlawan saat peresmian Tugu Pahlawan tahun 1950.

"Kami ingin menghargai keputusan Bung Karno mengeluarkan slogan bahwa Surabaya sebagai Kota Pahlawan," ujar Thony dalam keterangan tertulis, Senin (24/2/2020).

Thony mengklaim dengan idenya tersebut secara informal unsur pimpinan, anggota DPRD Kota Surabaya, dan masyarakat sepakat dan belum ada sanggahan atau tanggapan secara frontal atas idenya tersebut.

"Yang ada mereka malah bertanya seperti apa konsepnya ke depan. Namun tidak dipungkiri ke depan pasti ada perlawanan atas ide Raperda Kota Pahlawan tersebut. Karena implikasi sebuah regulasi pasti ada yang dirugikan untuk kepentingan dalam mengangkat kota Surabaya," jelasnya.

"Saya sadar ide ini sangat tidak populer bagi para pihak yang mempunyai kepentingan mengembalikan marwah Kota Surabaya, kita siap mempertanggungjawabkan itu minimal berbuat untuk kota Surabaya," tegasnya.

Thony mengaku siap dengan segala strategi untuk mengembalikan marwah Surabaya sebagai kota pahlawan, misalnya dengan membuat kompetisi desain logo Surabaya untuk anak muda.

"Kami tawarkan logo Surabaya di tangan anak muda bisa muncul seperti apa, tugu pahlawan akan menjadi pin-pin yang menarik dengan adanya kompetisi desain tersebut," ungkapnya.

Dia menilai melalui Raperda itu maka akan membangkitkan peran usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan juga para seniman. Misalnya nantinya mengharuskan ada baju khas Surabaya yang harus digunakan untuk anak-anak Surabaya, untuk pegawai di lingkungan Kota Surabaya dan juga untuk pembuatan ornamen khas Surabaya, sehingga seniman juga berkontribusi.

"Hadirnya perda ini untuk UMKM bangkit dan seniman Surabaya bisa berkontribusi," imbuhnya.

Sementara itu Pemerhati Budaya, Kuncar mengatakan bahwa Kota Surabaya mempunyai brand yang kuat sebagai ikon Kota Pahlawan dibandingkan dengan kota lain.

"Sebab potensi Surabaya ini mempunyai spirit kepahlawanan yang kental dari sisi sejarah, wilayah yang ada di Surabaya ini mempunyai karakteristik sejarah yang berbeda," katanya.

Kuncar berharap dengan adanya Perda tersebut bisa menjadi pijakan Pemkot Surabaya untuk menonjolkan unsur sejarah kepahlawanan di masing-masing wilayah di Surabaya.

"Misalnya di kawasan Peneleh (terpilih) dan kawasan Lakarsantri (laskar santri). Inilah yang menjadi semangat kita menjadikan Surabaya perlu memiliki Perda Kota Pahlawan," pungkasnya.

(akn/ega)