Istri Bupati Jeneponto Minta Mahar Putrinya Tak Dibesar-besarkan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 13:45 WIB
Lamaran dengan mahar terbilang mencengangkan di Sulawesi kembali jadi perhatian. (dok. Istimewa)
Foto: Acara lamaran antara putri Bupati Jeneponto dan Bupati Konawe yang maharnya berupa tanah tambang nikel 12,5 hektare. (dok. Istimewa)
Jeneponto -

Istri Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Hamsiah Iksan meminta mahar pernikahan putrinya, Irma Dwiyani Iskandar, tak dibesar-besarkan. Menurut dia, mahar memang sesuatu yang wajib dalam Islam.

"Sebenarnya semua itu wajib dalam Al-Qur'an, mahar itu wajib. Ini terlalu dibesar-besarkan, artinya kita orang Bugis-Makassar itu tidak pernah meminta, tidak pernah menjual, tidak pernah membeli," ujar Hamsiah kepada wartawan, Senin (24/2/2020).

Proses lamaran putri sang bupati sebelumnya ramai diperbincangkan karena jumlah mahar yang fantastis berupa tanah tambang nikel seluas 12,5 hektare, 30 ekor sapi hingga 3 ekor kerbau. Mahar tersebut belum termasuk uang panai yang jumlahnya tak disebutkan.

Hamsiah tak menampik jumlah mahar putrinya yang fantastis itu meski kembali menegaskan bahwa mahar tak pantas dibesar-besarkan dari segi nilainya.

"Itu bukan pada nilai, itu sikap penghargaan laki-laki kepada kita, dan itu sedikit dan banyaknya itu terserah pihak laki-laki," katanya.

Istri Bupati Jeneponto tak ingin mahar lamaran tersebut dibesar-besarkan (dok. Istimewa)

Dia mengatakan lahan di Konawe memang didominasi lahan tambang nikel sehingga siapapun yang diberi mahar dari tanah di sana maka juga akan menerima lahan tambang nikel. Hamsiah mengatakan hal semacam ini tidak terlalu baik disebarluaskan, terutama karena putri dan calon menantunya sama-sama anak pejabat negara.

"Sebenarnya kita malu, pihak saya malu ada dibesar-besarkan seperti itu, tapi kita juga tidak bisa menahan, tapi intinya itu jangan dibesar-besarkan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, putri sang bupati dilamar oleh Fachry Pahlevi Konggoasa, yang merupakan putra Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Keduanya diketahui baru satu bulan saling mengenal di Makassar sebelum akhirnya mantap melanjutkan hidup ke jenjang pernikahan.

Proses lamaran kedua anak pejabat tersebut berlangsung di kediaman calon mempelai wanita, Jl Sirajuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, pada Kamis (20/2). Acara berlangsung lancar dan hikmat.

Sementara resepsi pernikahan Irma Dwiyani dan Fachri Pahlevi direncanakan bakal berlangsung pada 25 Juni 2020 mendatang.

(jbr/jbr)