Gembong Curanmor Didor Polisi

Gembong Curanmor Didor Polisi

- detikNews
Jumat, 02 Des 2005 15:46 WIB
Pekanbaru - Seorang gembong komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Pekanbaru di tembak polisi saat berusaha melarikan diri. Hendrik, gembong curanmor itu, telah lama menjadi target operasi polisi.Kanit Reskirm Polsek Rumbai, Pekanbaru, IPTU Syafirzal Tanjung menjelaskan, polisi menggerebek rumah Hendrik di Jalan Bambung Kuning, Pekanbaru, Kamis (1/12/2005) pukul 20.30 WIB. Saat petugas tiba, Hendrik sempat bersembunyi di bagian belakang rumahnya. "Merasa aman bersembunyi, lantas tersangka mencoba melarikan diri. Saat itu juga petugas yang tengah berjaga memberikan timah panas," kata Syafirzal saat dihubungi detikcom, Jumat (2/12/2005). Menurut Syafirzal, Hendrik selama ini merupakan komplotan curanmor yang dikenal sebagai komplotan curanmor Lombok. Julukan itu diberikan karena Hendrik merupakan warga Lombok yang merantau di Pekanbaru. Penggrebekan terhadap Hendrik ini, merupakan pengembangan dari tiga orang temannya yang lebih awal tertangkap menjelang lebaran lalu. Ketiga rekannya itu adalah, Yengki, Hendra dan Ahmad. "Dari ketiga tersangka ini kita mengetahui di mana saja tempat persembunyian Hendrik selaku ketua komplotan curanmor warga Lombok ini," kata Kanit Reskrim Polsek Rumbai. Dari hasil penyidikan terhadap komplotan curanmor ini, diketahui hasil curian sepeda motor dari Pekanbaru mereka jual ke Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu. Rata-rata satu kendaraan roda dua, bisa dijual dengan harga miring yakni hanya Rp 2 juta/unit. "Penampung kendaraan ini bisanya masyarakat yang berada di perdalaman. Kita akan terus mengembangkan kasus ini untuk menelurusi siapa saja orang yang telah menampung hasil curian itu," kata Syafirzal. Hendrik yang kakinya diterjang timah panas, kini menahan sakit di sel Mapolsek Rumbai, Pekanbaru. (iy/)


Berita Terkait