Bantah Ngotot Ingin Pemilihan Wagub DKI Tertutup, PKS Minta Gerindra Jujur

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 11:38 WIB
Anggota DPRD DKI F-PKS Dani Anwar di diskusi Polemik
Anggota DPRD DKI F-PKS Dani Anwar (kanan pertama) dalam diskusi Polemik. (Ibnu/detikcom)
Jakarta -

PKS DKI membantah anggapan ngotot ingin voting pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI dilakukan tertutup. PKS menyebut keputusan sistem voting pemilihan Wagub DKI dilakukan tertutup merupakan usulan seluruh fraksi.

"Kalau kita ikuti proses ini, saya baca di detikcom. Pak Taufik katakan di prosesnya jadi tertutup PKS ngotot voting tertutup. Padahal, kalau Pak Taufik mau jujur, dalam rapimgab tak satu pun fraksi yang usulkan voting terbuka," kata anggota DPRD DKI F-PKS Dani Anwar di diskusi Polemik, di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2020).

Dia menyebut Fraksi DPRD DKI yang mengusulkan voting pemilihan tertutup antara lain PDIP dan Golkar. Untuk itu, ia menegaskan usulan voting pemilihan tertutup bukan hanya usulan PKS.

"Jadi yang usulkan voting tertutup itu Fraksi Golkar Basri Baco, kira-kira prolognya gini, teman-teman pasti tahulah arah politik Golkar akan dukung calon wakil gubernur siapa, tapi untuk fair play kami usulkan voting tertutup. PDIP, Pak Gembong Warsono, mengatakan PDIP mendukung untuk PKS lakukan voting tertutup," sebutnya.

Bahkan, ia mengatakan, dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab) di DPRD, tidak ada fraksi yang mengusulkan voting pemilihan Wagub DKI dilakukan secara terbuka.

"Tidak ada satu pun fraksi dalam rapimgab dengan secara terbuka mendukung voting terbuka," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2