Sistem Pemilihan Wagub DKI Tertutup Dinilai Lawan Esensi Demokrasi

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 08:16 WIB
Rapat di Komisi E DPRD DKI Jakarta (Isal Mawardi-detikcom)
Ilustrasi rapat di DPRD DKI Jakarta (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta -

Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta menggunakan sistem voting tertutup. Pengamat politik, Rico Marbun, menilai sistem pemilihan ini melawan arti demokrasi.

"Kalau saya sih sangat menentang adanya voting tertutup ya, karena voting tertutup kan melawan esensi demokrasi. Anda wakil rakyat, apalagi dulu wagubnya dipilih rakyat, proses ini harusnya dibuka terbuka seterbukanya, jangan diam-diam begini," ujar Rico Marbun ketika dihubungi detikcom, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, jika menggunakan sistem voting tertutup, masyarakat tidak mengetahui pertimbangan yang diambil oleh setiap partai politik dalam memilih calonnya. Rico menyebut demokrasi itu didefinisikan sebagai keterbukaan proses politik.

"Demokrasi kan ingin membuka semua proses politik itu se-transparan mungkin, karena korupsi bermula dari ketertutupan,' kata Rico.

Sistem voting secara tertutup dinilai dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Ia beranggapan sistem tersebut dapat memicu adanya transaksi-transaksi di luar kepentingan publik.

"Itu sih bisa membuka pintu untuk adanya transaksi-transaksi di luar kepentingan publik, apakah bentuknya money politics dan lain-lain, itu ya jelas bisa terjadi," tuturnya.

Diketahui, pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta akan dilakukan dengan sistem voting tertutup. Masing-masing anggota dewan memiliki satu suara dan memilih dengan rahasia.

"Jadi ada perdebatan, kemudian disepakati mengikuti hasil pansus lama (yaitu sistem) tertutup," ucap Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik kepada wartawan usai Rapimgab tata tertib DPRD dan Pemilihan Wagub, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).

Seperti diketahui, saat ini sudah ada dua bakal calon wakil gubernur (cawagub) yang akan dipilih oleh DPRD. Mereka adalah Ahmad Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansjah Lubis dari PKS.

Simak juga video DPRD DKI: Pertengahan Februari Anies Punya Wagub:

[Gambas:Video 20detik]

(isa/gbr)