Round-Up

Aksi 212 Menembak ke Mana-mana

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 05:43 WIB
Aksi 212 di Kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Barat.
Aksi 212 (Lisye Sri Rahayu-detikcom)
Jakarta -

Aksi 212 digelar lagi. Kali ini tema yang diusung adalah antikorupsi. Aksi ini bertajuk 'Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI'. Isunya menembak ke mana-mana.

Sejak Jumat (21/2) siang hari, massa Aksi 212 sudah berkumpul di kawasan sekitar Monas, Jakarta Pusat. Spanduk-spanduk dibentangkan dengan macam-macam tulisan.

Ini isu-isu yang mereka tembak lewat aksi itu.

1. Asabri

PT Asabri (Persero) mencatat penurunan aset cukup dalam lantaran perusahaan menempatkan investasi pada saham di grup usaha Benny Tjokrosaputro alias Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Asabri tekor puluhan triliun. Menkopolhukam Mahfud MD menduga modal Asabri turun sampai Rp 17 triliun. Aksi 212 juga mencermati isu dugaan korupsi ini.

"Asabri bagaimana, ini dana pensiun TNI-Polri. Bagaimana tugas Anda, Pak? Begitu pensiun tidak dapat lagi, siapa yang nanggung. Tanya ke Istana," seru orator di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, arah Silang Barat Monas, Jumat (21/2/2020).

2. Harun Masiku dan KPK

Aksi 212 juga menyoroti kasus Harun Masiku, pria yang dulu merupakan caleg DPR dari PDIP. Harun kabur entah ke mana saat kasusnya menyeruak, ditangani oleh KPK, yakni kasus dugaan korupsi pergantian antar waktu (PAW) DPR yang menyeret Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Kerja KPK menjadi sorotan.

"Sekarang Ketua KPK baru tiga bulan kurang, sudah 36 kasus didiamkan dan sekarang tidak lagi diusut alias diberhentikan, gimana?" kata orator.

Simak juga video FPI Cs Ajak Korban Jiwasraya Ikut Demo 212 Berantas Korupsi:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3