Usai Tanding Futsal, Pelajar di Sukabumi Tewas dengan Luka Bacok

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2020 05:10 WIB
Ambulans yang membawa korban (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Foto: Ambulans yang membawa korban (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Aksi kekerasan melibatkan pelajar kembali terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Raisad Laksana P seorang pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cibadak tewas dengan luka bacokan di bagian punggungnya. Pelakunya diduga sekelompok pelajar dari sekolah lain.

Raisad sempat dibawa ke RS Bakti Medicare, Cicurug. Namun nahas nyawanya tak tertolong, ia tewas saat mendapat penanganan medis di rumah sakit tersebut.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa kekerasan bersenjata tajam itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, Jumat (21/2/2020). Korban saat itu baru pulang turnamen futsal di Al Kausar, Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda. Saat itu MAN 1 Cibadak menang atas SMAN 1 Cicurug pada babak final.

Usai pertandingan korban lantas pulang bersama teman-temannya. "Dia naik motor, sebagian menggunakan angkot. Pas di sekitar Parungkuda, tiba-tiba ada sekelompok pelajar dari sekolah lain datang membawa senjata tajam menghadang," kata salah seorang pelajar MAN 1 Cibadak.

Melihat korbannya tergeletak, para pelaku kemudian melarikan diri. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian sempat menghalau para pelaku.

"Kejadiannya tiba-tiba, motor korban diadang oleh para pelaku. Jumlah mereka kurang tahu persis karena posisi saya agak jauh, ada beberapa warga yang mendekat mencoba melerai. Tidak lama ada teriakan minta tolong, satu korban tergeletak," kata Deni, warga yang berada di sekitar lokasi.

Pelajar asal Kampung Cipanggulaan RT 06/02, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi itu meninggal dunia sekitar pukul 21.00 WIB. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka disambut isak tangis keluarga dan teman sekolah korban.

Pantauan di lokasi, pihak kepolisian terlihat mengamankan sebilah celurit yang ditemukan di Jalan Alternatif Cicurug, Kampung Bojonglarang, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda. Belum diketahui pasti apakah itu senjata yang digunakan untuk melukai korban. Kepolisian sendiri belum bisa memberikan keterangan.

"Mohon waktu, anggota sedang berada di lapangan untuk mendapatkan keterangan yang valid menghindari kesimpang siuran," singkat Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila melalui aplikasi perpesanan.

(gbr/gbr)