Mendes Minta Alokasikan Dana Desa Tahap I untuk Padat Karya Tunai

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 18:29 WIB
Kemendes PDTT
Foto: Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar meminta desa-desa yang semula mengalokasikan pembangunan padat karya tunai pada pencairan dana desa tahap ke II atau III, agar dipercepat pelaksanaannya pada pencairan dana desa tahap I.

Saat hadir pada Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Jawa Timur tersebut, Abdul Halim menegaskan dana desa tahap I wajib digunakan untuk pembangunan dengan sistem padat karya tunai.

"APBDes yang sudah ditetapkan tidak perlu dilakukan perubahan. APBDes yang dilakukan pembangunan (infrastruktur) di pencairan dana desa ke dua ke tiga, ditarik saja untuk dilakukan di termin pertama. Digunakan untuk padat karya tunai," ujar Abdul Halim dalam keterangan tertulis, Jumat (21/2/2020).

Abdul Halim menuturkan, jika dikalkulasikan dari seratus persen APBDes, setidaknya terdapat 60 persen di antaranya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Infrastruktur tersebut dibangun untuk mendukung kepentingan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

"Tidak boleh dana desa untuk bangun gapura, gedung pertemuan. Bahwa dana desa tidak boleh untuk infrastruktur yang sama sekali tidak bersentuhan dengan SDM (Sumber Daya Manusia) dan ekonomi," tegas eks Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Di samping itu, terkait penggunaan dana desa di Jawa Timur ia menuturkan, pada tahun 2015-2019 dana desa Jawa Timur telah membangun jalan desa sepanjang 31.032.645 meter, jembatan sepanjang 235.142 meter, pasar desa sebanyak 2.266 unit, dan ribuan infrastruktur lainnya.

Lebih lanjut Abdul meminta kepada seluruh bupati se-Jawa Timur agar terus memantau pelaksanaan penggunaan dana desa yang telah dicairkan.

"Saya berharap seluruh bupati dan Wali Kota Batu untuk melakukan pemantauan dana desa yang sudah cair. Untuk yang belum cair, agar segera dibantu segala sesuatunya supaya cepat cair," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengakui jumlah dana desa secara nasional terus mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun ini, dana desa yang digelontorkan untuk desa-desa se-Jawa Timur berjumlah Rp 7,6 triliun.

Mantan Menteri Sosial itu berharap dana desa yang jumlahnya tak sedikit tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

"Tentu kita semua punya tanggungjawab bagaimana anggaran ini (dana desa) memiliki signifikansi terhadap pemberdayaan masyarakat desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa agar desa-desa dapat mandiri," pungkasnya.

Tonton juga video Jokowi Minta Warga Ikut 'Pelototi' Dana Desa:

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)