Tipu TKI Puluhan Juta, Intel Gadungan di Palembang Diringkus Polisi

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 16:52 WIB
Intel gadungan tipu TKI di Palembang (Raja Adil Siregar)
Foto: Rio, Intel gadungan tipu TKI di Palembang (Raja Adil Siregar- detikcom)
Palembang -

Rio (54) ditangkap Propam Polrestabes Palembang setelah terjerat kasus penipuan. Ia melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota Intel Polda Sumatera Selatan.

"Kami pekan lalu mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada kasus penipuan oleh oknum polisi. Menurut laporan ada anggota intel Polda, kenal korban sudah 3 tahun," kata Kasi Propam Polrestabes Palembang, Kompol Dasril saat ditemui di Mapolres, Jumat (20/2/2020).

Dikatakan Dasril, selama kenal dengan korban yang merupakan TKI Singapura, warga Lahat itu selalu meminta uang. Terakhir, pelaku berjanji membelikan perumahan dengan meminta uang muka Rp 10 juta dan cicilan Rp 1,7 juta/bulan.

"Dijanjikan ngambil perumahan dengan Dp 10 juta dan per bulan dimintai Rp 1,7 juta. Termasuk juga sepeda motor yang ada milik korban minta," kata Dasril.

Mengaku sebagai intel di Polda Sumsel dan Polsek di Palembang, pelaku bahkan telah mendapatkan uang hingga puluhan juta. Sebagai bukti dirinya intel, pelaku kerap berkomunikasi melalui video call pakai atribut polisi.

"Tersangka mendapat keuntungan yang tadi transaksi Rp 3 juta. Lebih kurang Rp 20 juta seluruh kerugian korban setelah kenal dan sekarang kasusnya akan kami serahkan ke Sat Reskrim," tutup Dasril.

Sementara itu, pelaku saat ditemui di Mapolres mengatakan sengaja mengaku sebagai Intel Polda agar korban percaya. Bahkan dengan seragam polisi dirinya mendapat uang bulanan dari korban melalui anaknya yang ada di Palembang.

"Kalau ngaku polisi kan dia yakin, tidak susah minta uang karena dia percaya. Kami kenal di media sosial dan janjian mau saya nikahi," kata Rio dengan raut wajah malu.

Rio yang ditangkap tidak jauh dari Mako Polrestabes Palembang pun mengakui semua perbuatannya. Termasuk terkait uang bulanan yang ia didapat selama 4 bulan terakhir.

"Setiap tanggal 7 pasti kasih uang sama dia untuk angsuran rumah. Tetapi rumah nggak ada sebenarnya, ya cukup ngaku polisi aja kalau menghubungi pakai kaos polisi itu," katanya.

(ras/zlf)