Tuai Kontroversi, Apa Sih Tujuan RUU Ketahanan Keluarga?

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 12:01 WIB
Life and house and health insurance policy concept idea. Finance and insurance.
Foto: Ilustrasi keluarga (Istimewa)
Jakarta -

RUU Ketahanan Keluarga yang masuk Prolegnas Prioritas 2020 menuai kontroversi karena dianggap terlalu patriarki. Sebenarnya, apa sih tujuan RUU Ketahanan Keluarga ini?

Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi (Awiek) menyebut RUU Ketahanan Keluarga ini diusulkan 5 orang anggota dari 4 fraksi. Mereka adalah Ledia Hanifa (PKS), Netty Prasetiyani (PKS), Endang Maria Astuti (Golkar), Ali Taher (PAN) dan Sodik Mudjahid (Gerindra). Belakangan, Fraksi Golkar menarik dukungan mereka atas usulan RUU Ketahanan Keluarga ini.

RUU Ketahanan Keluarga sudah dipresentasikan di Badan Legislasi DPR. RUU Ketahanan Keluarga masih dalam tahap harmonisasi di Baleg DPR.

Berdasarkan dokumen yang diterima, Kamis (20/2/2020), para pengusul menjelaskan perihal 'Pengaturan Ketahanan Keluarga'. Mereka mengaku hanya ingin mewujudkan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terkait dengan hak warga negara dalam Pasal 28B, Pasal 28C, Pasal 28G ayat (1) dan Pasal 28H ayat (1).

Tujuan RUU Ketahanan Keluarga sendiri tercantum dalam pasal 4 naskah RUU ini. Berikut ini bunyinya:

Pasal 4
Ketahanan keluarga bertujuan untuk:

a. menciptakan keluarga tangguh yang mampu mengatasi persoalan internal keluarganya secara mandiri dan menangkal gangguan yang berasal dari luar dengan berpegang teguh pada prinsip keluarga dan nilai-nilai keluarga dengan mengedepankan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, semangat persaudaraan, dan kemandirian keluarga yang solutif dalam mengatasi permasalahan keluarga.
b. mengoptimalkan fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam mendidik, mengasuh, membina tumbuh kembang, menanamkan nilai-nilai religius dan moral, serta membentuk kepribadian dan karakter Anak bangsa yang baik sebagai generasi penerus.
c. mewujudkan pembangunan manusia Indonesia secara emosional dan spiritual yang berasal dari pembangunan keluarga sebagai bagian unit kecil masyarakat yang merupakan modal dasar dalam kegiatan pembangunan nasional.
d. mengoptimalkan peran Ketahanan Keluarga sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Ketahanan Nasional dan pilar utama dalam menjaga ideologi dan nilai-nilai luhur bangsa.

Pengusul RUU Ketahanan Keluarga juga menjelaskan urgensi rancangan peraturan ini. Ada 3 urgensi RUU Ketahanan Keluarga yang bunyinya adalah:

1. Keluarga sebagai bagian unit kecil masyarakat merupakan modal dasar sebagai basis dan titik sentral kegiatan pembangunan nasional serta ketahanan keluarga merupakan pilar utama dalam mewujudkan ketahanan nasional
2. Pengaruh globalisasi dan perkembangan di bidang sosial, ekonomi, budaya serta teknologi informasi telah mengubah dan menyebabkan pergeseran nilai-nilai luhur budaya bangsa dan tatanan keluarga sehingga diperlukan kebijakan Ketahanan Keluarga yang berpihak pada kepentingan keluarga dan mampu memberikan perlindungan keluarga
3. Peraturan perundang-undangan yang mengatur urusan keluarga masih parsial dan belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga diperlukan undang-undang yang mengatur Ketahanan Keluarga.

(gbr/gbr)