Round-Up

Tak Kunjung Ketemu saat Dicari, 'Buaya Berkalung Ban' Malah Jadi Roti

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 22:33 WIB
Toko roti ini membuat roti buaya berkalung ban seiring naiknya popularitas buaya di Sungai Palu yang terjerat ban motor bekas (M Qadri/detikcom)
Foto: Toko roti ini membuat roti buaya berkalung ban seiring naiknya popularitas buaya di Sungai Palu yang terjerat ban motor bekas (M Qadri/detikcom)

Salah satu kendala penyelamatan buaya ialah penonton. Tiap kali ada upaya penyelamatan dari tim BKSDA, masyarakat ramai menonton dari tepi Sungai Palu.

Di saat pencarian buaya berkalung ban menarik perhatian publik, pengusaha melihat peluang ekonomi. Inisiatif toko roti Master Bakery membuat roti buaya berkalung ban mendapat respons positif. Roti ini banyak diincar warga, khususnya di Kota Palu.

"Sejak Oktober 2012 mulai produksi roti buaya. Waktu itu belum ada kalungnya. Nanti adanya buaya beneran di Sungai Palu berkalung ban viral. Karena itu, roti buaya kami kalungi ban juga tapi yang ban bisa makan. Alhamdulillah sangat laku, bahkan cepat habis," kata pemilik toko Abraham atau dikenal Afui saat ditemui di tokonya, Jalan Guru Tua Kalukubula, Sulteng, Rabu (19/2/2020).

Tak Kunjung Ketemu saat Dicari, 'Buaya Berkalung Ban' Malah Jadi RotiRoti buaya berkalung ban (M Qadri/detikcom)

Roti ini dijual dengan harga bervariasi, tergantung besar ukuran. Mereka hendak membuat roti buaya berkalung ban berukuran 1 meter.

Jika dilihat, bentuk roti buaya berkalung ini memang unik. Tidak perlu takut karena buaya berkalung ban yang ini bisa kita kunyah.

Halaman

(jbr/azr)