Jadi Otak Penipuan Modus Ganda Uang, WN Kamerun Ditangkap di Jakpus

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 16:35 WIB
Jadi Otak Penipuan Modus Ganda Uang, WN Kamerun Ditangkap di Jakpus
Foto: Barang bukti kasus penipuan WN Kamerun (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Warga negara Kamerun berinsial DG ditangkap polisi lantaran menjadi otak penipuan bermodus menggandakan uang dolar. Selain DG, polisi juga menangkap warga negara Indonesia (WNI) yaitu S, AMY dan VK yang merupakan anak buah DG.

"Modus yakinkan korban dengan perlihatkan video yang bisa menarik korban gimana caranya gandakan uang dengan kemampuan uang USD 10 bisa jadi USD 30 dollar, USD 100 bisa jadi USD 300. Sehingga korban tergiur, dia coba dengan USD 10 ribu dollar US dengan harapan mendapat USD 300 ribu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Yusri menjelaskan DG dan komplotannya diringkus oleh tim Subdit VI Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya di Hotel Aravena, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Kamis (30/1). Saat ditangkap, DG cs sedang berupaya menipu korbannya yang memiliki USD 10 ribu.

"Tersangka S berperan meyakinkan korban dengan video dan uang. Kemudian tersangka AMY (50) perannya membayar dan menyiapkan hotel ke korban, fasilitas Hotel Aravena Senen Jakpus. Tersangkaa inisial VL (47) ini yang mencari siapa calon korbannya," jelas Yusri.

Yusri kemudian kemudian menjelaskan, DG cs memperdaya korbannya dengan mengatakan uang yang digandakan di taruh dalam kotak dan tak boleh dibuka selama 10 jam. Saat korban membuka kotak, yang ada hanyalah black dollar atau dolar palsu.

"10 jam dibuka kenyataannya memang yang ada samar-samar dolar, kita namakan black dollar. Yang terjadi setelah dibuka betul ada sedikit gambarnya, yang ada hitam kertas samar samar adalah dolar," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2