Bareskrim Duga Tersangka Korupsi Kondensat Rp 35 Triliun di Singapura

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 15:51 WIB
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit
Jakarta -

Tersangka kasus korupsi kondensat yang diduga merugikan negara Rp 35 triliun, Honggo Wendratno, masih menjadi buron hingga saat ini. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menduga keberadaan Honggo ada di Singapura.

"Dalam kesempatan ini, kami laporkan juga bahwa beberapa upaya untuk menghadirkan tersangka HW ini sudah kami lakukan karena kami juga menduga bahwa yang bersangkutan sampai saat ini bersembunyi di Singapora," kata Listyo dalam rapat bersama Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Listyo mengatakan pihaknya sudah berupaya menghubungi pemerintah Singapura. Namun, kata Listyo, pemerintah Singapura tidak bisa membantu mencari seorang tersangka yang statusnya belum inkrah.

"Upaya menghubungi pihak Singapura sudah kami lakukan namun di sana dijawab bahwa terkait dengan menghadirkan seseorang dalam status tersangka itu sulit untuk dilakukan. Mereka bisa membantu apabila status dari tersangka HW sudah mendapatkan keputusan hukum yang inkrah," ujarnya.

Untuk diketahui, terdapat tiga orang tersangka yang ditetapkan dalam kasus korupsi kondensat ini. Dua tersangka lainnya, yakni mantan Ketua BP Migas Raden Priyono serta mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Joko Harsono, sudah diserahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Proses persidangan sudah berjalan hingga saat ini. Proses peradilan tersangka Honggo Wendratno pun tetap berjalan namun secara in absentia (sidang tanpa kehadiran).

"Perkara korupsi itu jika merujuk pada PKN BPK telah merugikan negara sebesar USD 2,7 miliar atau jika dengan nilai tukar saat ini sebesar Rp 35 triliun," kata Kasubdit Money Laundering Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri kala itu, Kombes Golkar Pangerso pada 25 Januari 2016.

(eva/asp)