JakPro soal Revitalisasi TIM: Kami Tak Akan Berhenti Komunikasi ke Seniman

Rahel Narda - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 15:09 WIB
Direktur Operasional Jakarta Propertindo (Jakpro), Muhammad Taufiqurrachman
Direktur Operasional Jakarta Propertindo (JakPro) Muhammad Taufiqurrachman (Rahel Narda Chaterine/detikcom)

Dia juga mengatakan proses revitalisasi ini sedang berjalan hingga saat ini. Nantinya revitalisasi TIM ditargetkan selesai pada Juni 2021.

"Masih jalan terus, sekarang sudah 15 persen untuk tahapan semuanya rencana target Juni 2021 selesainya," ujar Taufiqurrachman.

Selain itu, Taufiqurrachman mengungkapkan area Planetarium tidak akan dibongkar. Menurutnya, hanya gedung-gedung lama, seperti GBB, yang akan direvitalisasi.

"Nggak, jadi satu-satunya cagar budaya yang ada di area TIM adalah Planetarium. Jadi kami tak akan sentuh apa pun di situ. Yang akan kami sentuh adalah bangunan-bangunan yang sudah lama tidak layak dan itu berisiko terhadap keamanan. Jadi itu bukan dibongkar, itu dibangun kan harus diratakan dulu baru kami bangun bangunan baru di situ untuk GBB yang baru," tutur Taufiqurrachman.

Taufiqurrachman juga membantah adanya pembangunan hotel di TIM. Menurutnya, pihak JakPro mengikuti saran dari DPRD untuk tidak membangun hotel.

"Saya kira sudah selesai dibahas di DPRD waktu itu. DPRD sudah memberi masukan supaya tidak dibangun hotel, ya kami ikuti apa kata DPRD," ujar Taufiqurrachman.

Taufiqurrachman kemudian menjelaskan, dalam revitalisasi TIM, tidak akan dibangun hotel. Dia mengatakan yang akan dibangun adalah kamar-kamar untuk para seniman beristirahat.

"Sekarang kita bayangkan saat ini misalnya ada Teater Koma yang akan pentas dengan 100 pemain. Bayangin 100 pemain pentas 1 minggu penuh. Terus mereka mau tidur di mana selama ini? Nah, makanya kami sosialisasi dengan adanya Wisma Seni itu yang dulunya pondok-pondok itu kita berikan semacam losmen itu, Wisma Seni itu," tutur Taufiqurrachman.

"Kamar-kamar kurang-lebih 200 kamar yang akan menampung para seniman. Tapi itu bukan hotel. Kami tidak bicara lagi hotel," tambahnya.

Sementara itu, Project Director Revitalisasi TIM Luky Ismiyanti mengatakan proses perizinan untuk revitalisasi TIM tidak mengalami masalah. Dia menyebut saat ini proses izin amdal sudah ada di tahap akhir.

"Kemudian soal perizinan berproses. Namun kami izin struktur sudah keluar, izin ME sudah keluar, izin sidang pemugaran juga keluar, amdal pun terakhir kami sudah sidang dan sekarang tinggal menunggu izin finalnya untuk dikeluarkan. Jadi insyaallah proses izin tidak ada yang dilewati dan semua bisa selesai," kata Luky.

Diberitakan sebelumnya, Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) kecewa lantaran mengaku tidak pernah diajak berbicara soal revitalisasi TIM. Revitalisasi itu dinilai dilakukan tanpa kompromi.

"Berangkat dari satu kebijakan itu seperti komet yang menghantam bumi. Mendadak kita hancur berantakan, kira-kira gitu. Tanpa ada kompromi, kayak ketetapan Tuhan saja. Nggak ada bicara sama sekali dengan kami, kebijakan itu tahu-tahu sudah diberlakukan," kata pimpinan Forum Seniman Peduli TIM Radhar Panca Dahana dalam RDPU dengan Komisi X di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Halaman

(knv/knv)