Omnibus Law Larang Bisnis Judi, Bagaimana dengan Prostitusi?

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 14:29 WIB
Girl in bdsm with handcuffs and whip, free space for your text. Role-playing games.
Ilustrasi (mihakonceptcorn)
Jakarta -

RUU Cipta Kerja membuka usaha dan investasi seluas-luasnya bagi siapa pun dari dari negara mana pun. Meski demikian, ada sejumlah usaha yang dilarang. Apa saja?

Berdasarkan RUU Cipta Kerja yang dilansir Kementerian Perekonomian sebagaimana dikutip detikcom, Rabu (19/2/2020), semua bidang usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal. Kecuali bidang usaha yang dinyatakan tertutup untuk penanaman modal atau kegiatan yang hanya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat.

Apa saja pengecualiannya? Disebutkan dalam Pasal 12 ayat 2, yaitu:

Bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. budi daya dan industri narkotika golongan I;
b. segala bentuk kegiatan perjudian dan/atau kasino;
c. penangkapan Spesies ikan yang Tercantum dalam Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES);
d. pemanfaatan atau pengambilan koral dan pemanfaatan atau pengambilan karang dari alam yang digunakan untuk bangunan/kapur/kalsium, bahan akuarium, dan souvenir/perhiasan, serta koral hidup atau koral mati (recent death coral) dari alam;
e. industri pembuatan senjata kimia; dan
f. Industri bahan kimia industri dan industri bahan perusak lapisan ozon.

Tidak disebutkan dengan tegas dalam RUU itu apakah pelacuran termasuk jenis usaha yang dilarang atau tidak. Apakah bisnis prostitusi dibolehkan?

(asp/mae)