Golkar Minta Salah Ketik Omnibus Law Tak Dipermasalahkan

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 21:08 WIB
Ahmad Doli Kurnia.
Anggota DPR Fraksi Partai Golkar (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta sejumlah kesalahan di draf RUU Omnibus Law Cipta Kerja tidak dipermasalahkan. Menurutnya, draf itu baru sekadar rancangan yang diserahkan ke DPR.

"Ya saya kira kan sudah dijelaskan bukan seperti itu pengertiannya. Penjelasan terakhir dari perekonomian saya kira sudah cukup clear dan saya berharap begini, kan baru RUU yang disampaikan pemerintah ke DPR," kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Doli yang juga Ketua Komisi II DPR itu menyebut saat ini waktu yang tepat bagi masyarakat menyampaikan aspirasinya ke DPR. Baik masukan ataupun evaluasi yang menjadi keberatan dari draf tersebut.

"Nah saatnya lah sekarang kalau ada anggota masyarakat yang punya pikiran lain, punya gagasan lain, punya penilaian lain, sampaikan ke DPR. Dan pintunya macam-macam, kalau dia konstituen partai tertentu, maka sampaikan lah ke fraksi partai tersebut atau juga kan bisa datang langsung," ujarnya.

"Alurnya kan begitu, pemerintah buat draf UU, karena ini memang inisiatif pemerintah, lalu pemerintah menyampaikan draf itu kepada DPR. Nah, nanti tinggal aspirasi yang datang ke DPR, misalnya ke fraksi masing-masing. Nah, tiap fraksi ini buat daftar isian masalahnya kemudian dibahas, sederhana aja gitu," lanjut Doli.

Doli meminta masyarakat berpikir positif terkait adanya omnibus law. Dia menyebut RUU Cipta Kerja bisa menjawab masalah pengangguran.

"Jadi menurut saya, kita harus positive thinking ini semua untuk kebaikan. Apalagi, namanya cipta kerja, ini kan bisa menjawab masalah pengangguran. Terus kemudian juga bagi anak-anak mahasiswa yang nanti mau lulus kan harus kerja, ketika ada UU ini kan udah ada cipta kerja," tururnya.

(eva/idh)