BNN: Uang Rp 2 M di Rekening H Podda Sudah Diserahkan ke Kejaksaan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 17:03 WIB
Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari
Foto: Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari. (Farih-detikcom)
Jakarta -

Badan Narkotika Nasional (BNN) menjelaskan duduk perkara kasus pemblokiran rekening nasabah Bank Mandiri atas nama H Podda yang mengaku uangnya sebesar Rp 2 miliar 'raib'. Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari menyebut BNN sudah tidak ada sangkut pautnya lagi di kasus itu.

Arman menuturkan perkara ini bermula dari penanganan kasus narkotika terhadap tersangka Agus Sulo yang ditangani oleh Polda Kalimantan Utara. Kemudian, BNN menindaklanjuti kasus tersebut yang dicurigai mengarah pada tindak pidana pencucian uang yang dilakukan tersangka.

"Hasil penyidikan yang kita lakukan maka pada tanggal 4 bulan 7 tahun 2018, Agus Sulo membuka rekening dan uang sebanyak Rp 2 miliar ke Bank Mandiri cabang Sidrap atas nama Selviana," kata Arman kepada wartawan di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020).

Arman mengatakan uang Rp 2 miliar itu selanjutnya dimasukkan ke dalam rekening H Podda oleh salah satu pegawai Bank Mandiri. Menurutnya, uang tersebut dimasukkan ke rekening H Podda tanpa sepengetahuan yang bersangkutan.

"Nah karena ini dicurigai hasil pencucian uang dari tindak pidana narkotika, maka direktorat TPPU melakukan pemblokiran terhadap rekening tersebut dengan nomor surat 09/V/2019 tanggal 16 Mei 2019. Dalam rekening ada sekitar Rp 2,5 miliar," katanya.

Arman menjelaskan kasus itu telah berjalan sampai dengan ke tahap ke penuntutan. Karena itu, kata dia, BNN kemudian menyerahkan uang Rp 2,5 M itu kepada kejaksaan untuk disidangkan.

"Pada saat sidang berjalan maka vonis akhirnya terhadap Agus Sulo mendapat hukuman penjara 8 tahun. Kemudian uang yang berada di rekening H Podda Rp 2 M di sita dan saat ini uang berada di kejaksaan dan mungkin sudah menjadi barbuk di pengadilan," ucapnya.

Tonton juga video Bak Film Eksyen, BNN Kejar Sindikat di Sumatera Utara:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2