Pemprov Bali Jamin Daging Babi di Hari Raya Galungan Aman Dikonsumsi

Angga Riza - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 12:43 WIB
Galungan di Denpasar
Ilustrasi Galungan (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar -

Ramai pembahasan virus yang mengakibatkan ratusan babi di Bali mengalami mati mendadak. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mengerahkan tim untuk mengawasi pemotongan babi di Hari Raya Galungan (Hari Raya Umat Hindu).

Ada 10 tim lebih dari Provinsi yang dikerahkan untuk mengawasi pemotongan babi. Setiap kabupaten juga menerjunkan petugas ke lapangan.

"Iya terus turun, Provinsi ada lebih dari 10, di Kabupaten kan juga ada petugasnya yang ngawasi tempat-tempat pemotongan," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnuardhana kepada detikcom saat dihubungi, Selasa (18/2/2020).

Dalam pengawasanya Dinas Pertanian memastikan babi yang dipotong oleh masyarakat merupakan babi sehat. Selain itu, juga melakukan tes mortem atau antemotem.

"Ya kan ada standar operasional prosedurnya, tes mortem sama antemortem. Artinya babi yang dipotong itu babi yang tidak sakit dan bukan babi yang sudah mati itu aja yang diawasi," jelas Wisnuardhana.

Sementara itu, sampai saat ini masih belum ada penemuan atau laporan tim terkait adanya penyembelihan babi yang tidak sehat. Babi yang dipotong oleh masyarakat dalam Hari Raya Galungan aman untuk dikonsumsi.

"Untuk saat ini masih aman, belum ada laporannya. Imbauan untuk masyarakat jangan menyembelih babi yang sakit dan jangan menyembelih babi yang mati karena sakit itu aja," pungkas Wisnuardhana.

(jbr/jbr)