Bicara Diskriminasi Perempuan, Yenny Wahid Singgung Tugas Ngucek-Ngulek

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 15:07 WIB
Yenny Wahid
Yenny Wahid (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisaris independen PT Garuda Indonesia, Yenny Wahid, berbicara soal ketidakadilan, khususnya pada perempuan. Yenny mencontohkan ketidakadilan yang sering diterima oleh kaum perempuan.

"Ketika kita memperlakukan ibu kita dengan menggampangkan sarapan yang dibuat ibu kita, kita sudah memberikan perlakuan yang tidak adil. Kenapa? Ini adalah discrimination terhadap perempuan," kata Yenny di Balai Purnomo Prawiro, Universitas Indonesia, Depok, Senin (17/2/2020).

"Ini salah satu contoh ketidakadilan sosial. Perempuan banyak dibilang harus berada dalam ranah domestik. Bagian ngucek, ngulek, masak, bersih-bersih, cuci-cuci, membesarkan anak itu ranah perempuan, ya, Prof?" sambungnya.

Dia juga memberikan contoh ketidakadilan lainnya dengan membandingkan antara perempuan dan laki-laki yang berlatar belakang berbeda. Seorang perempuan bernama Mimit dengan ras Papua dan beragama Kristen dengan seorang laki-laki bernama Momot asal Jawa beragama Islam.

"Kalian antara Mimit dan Momot ini apakah menurut kalian Mimit-Momot mendapat perlakuan setara di Indonesia? Di mata hukum setara, di masyarakat, setara tidak? Ini yang dinamakan perbedaan antara equality dan equity. Equality itu adalah kesetaraan, equity itu keseimbangan," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2