Komisi X Dukung Revitalisasi TIM Disetop, Nilai Ada Cacat Politik-Etika

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 14:41 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda.
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. (Azizah/detikcom)
Jakarta -

Komisi X DPR, yang membidangi kebudayaan, menerima audiensi dari Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) terkait proyek revitalisasi TIM hari ini. Komisi X melihat ada cacat prosedural dan sejumlah regulasi yang tidak terpenuhi dalam revitalisasi ini.

"Karena itu Komisi X setuju dan mendukung supaya revitalisasi TIM ini dimoratorium dulu, dihentikan dulu sampai ada kejelasan terkait dengan prosedur dan terkait dengan adanya kompromi terhadap pelaku yang selama ini ada di sana, yaitu para seniman dan budayawan," kata Ketua Komisi X Syaiful Huda di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Syaiful juga mengkritik diberikannya kewenangan kepada BUMD untuk mengelola pusat budaya di daerah, seperti yang dilakukan PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro), terhadap TIM. Ia tak ingin pusat budaya itu dikomersialkan.

"Ini artinya mendekati pusat kebudayaan dengan cara pandang komersial. Di mata saya ini tidak pas, karena itu, ini kritik tajam saya sebenarnya, nggak boleh sebenarnya. Kalau pemda mau membangun, semestinya dia bangun atas APBD itu sendiri, jangan diberikan kepada BUMD yang komersial, lalu BUMD membangun itu," ujar Syaiful.

"Dan itu pasti komersial, pasti komersial. Saya khawatir seniman pun tidak punya akses dia untuk tampil dan berkarya di sana," imbuhnya.

Simak Video "Yuk, Intip Proses Revitalisasi Taman Ismail Marzuki"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2