Pimpinan KPK Soroti Pemeriksaan Ahmad Sahroni, ICW: Mestinya Tak Ikut Campur

Zunita Putri - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 05:05 WIB
Peneliti ICW Kurnia Ramadana (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Foto: Peneliti ICW Kurnia Ramadana (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik sikap Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, yang menyoroti kinerja para penyidiknya ketika memeriksa saksi-saksi perkara di KPK. Menurut ICW, Nawawi semestinya tak ikut campur terlalu jauh atas apa yang dilakukan penyidik.

"Pemeriksaan itu merupakan otoritas dari penyidik yang dijamin independensinya dalam undang-undang. Sebagai pimpinan, semestinya yang bersangkutan tidak ikut campur terlalu jauh," ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, lewat pesan singkat, Minggu (16/2/2020) malam.

Kurnia mengatakan seharusnya Nawawi mengkonfirmasi dulu pengakuan para saksi terkait perilaku penyidik. Menurut dia, Nawawi terlalu buru-buru mengkritik anggotanya sendiri.

"Apakah pernyataan dari saksi itu benar atau tidak? Jangan sedikit-sedikit langsung mengkritik apa yang dilakukan oleh Penyidik KPK," tutur Kurnia.


Kurnia kemudian menuturkan kondisi KPK saat ini tak lagi sama, sejak masuknya Firli Bahuri cs sebagai pimpinan. "Sistem dan nilai-nilai yang ada di KPK terlihat sudah mulai sirna ketika 5 pimpinan KPK ini mulai bekerja," imbuh Kurnia.

Kurnia memprediksi publik akan memberikan sentimen negatif kepada KPK jika kelima pimpinan tak mengubah pola kerja mereka.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni yang mengklaim penyidik KPK kebingungan mengajukan pertanyaan kepadanya. Ahmad Sahroni diperiksa KPK terkait kasus suap proyek di Bakamla.


"Semua terkait masalah pertanyaan tentang bisnis masa lalu. Ya biasalah namanya waktu zaman Abang dulu bisnis minta informasi, tapi masalahnya bisnis dengan Bakamla sama sekali gua nggak tahu, " kata Sahroni usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).

"Tadi juga kenapa sampai satu jam setengah ngobrolnya yang lain lebih banyak daripada urusan Bakamla karena bingung penyidiknya mau nanya urusan Bakamla gua nggak tahu sama sekali," imbuh Sahroni.

Selanjutnya
Halaman
1 2