Demokrat Tepis 'Kediri Bikin Lengser': Pak SBY ke Sana 2 Kali

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 16:24 WIB
Simpang Lima Gumul
Foto ilustrasi: Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur. (Aisa Marisa/d'Traveler)
Jakarta -

Lewat Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, mitos bahwa kunjungan ke Kediri, Jawa Timur, bisa membuat seorang presiden lengser keprabon menyeruak lagi. Politikus Partai Demokrat mematahkan mitos itu lewat catatan kunjungan SBY saat masih menjadi presiden.

"Tahun 2007 SBY mengunjungi Kediri. Kunjungan kedua di tahun 2014," tulis Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief lewat akun Twitter-nya, Minggu (16/2/2020).

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom, SBY berkunjung ke Kediri untuk mengunjungi warga yang mengungsi karena Gunung Kelud meletus. Pada 25 Oktober 2007, SBY dan Ani Yudhoyono mengunjungi Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kediri.

Pada 17 Februari 2014, SBY kembali ke Kediri. Tujuannya sama, mengunjungi pengungsi letusan Gunung Kelud. SBY mengunjungi titik pengungsi, yakni Masjid An-Nur, Pare, Kediri.

Andi Arief menilai pernyataan Pramono Anung bahwa Presiden Jokowi tidak berkunjung ke Kediri bukan gara-gara ada mitos soal kunjungan Kediri bisa bikin seorang presiden lengser. Andi menilai ada alasan lain.

"Pak Pramono Anung sangat mengerti bahwa tidak ada hubungan Kediri dengan pudarnya kekuasaan Pak Jokowi. Ada pesan mendalam bahwa kekuasaan Pak Jokowi sedang dalam berbagai tekanan yang tidak mudah," kata Andi.

Selanjutnya
Halaman
1 2