Benarkah Kunjungan ke Kediri Bisa Bikin Lengser Presiden?

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 14:01 WIB
monumen
Monumen Simpang Lima Gumul (kediri.go.id)
Jakarta -

Mitos dari Kediri disinggung oleh lingkaran dalam Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejurus kemudian, trending topic #JokowiTakutKediri melejit di Twitter. Memangnya, apa benar kunjungan ke Kediri bisa membuat seorang presiden lengser keprabon?

Sebagaimana diketahui, sejauh ini Indonesia sudah punya tujuh presiden. Di antara tujuh tujuh presiden, ada beberapa Presiden RI yang mengakhiri masa jabatannya melalui gonjang-ganjing politik. Sebut saja Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahkan Sukarno dan Soeharto juga demikian.

Mitos berkembang, siapa saja Presiden RI yang mengunjungi Kediri, dia bakal lengser. Pokoknya, Kediri adalah kota angker bagi kunjungan presiden. Bagaimana bisa begitu? Tidak ada jawaban logis, namanya juga mitos. Mitos ini teridentifikasi publik nasional lewat pengalaman sejarah politik.

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (Presiden RI 1999-2001) tercatat pernah mengunjungi Kediri saat masih menjabat presiden. Dalam buku 'Gus Dur: Profil, Kepemimpinan dan Pandangan' dijelaskan, Gus Dur membuka Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lirboyo, Kediri, 21 November 1999. Gus Dur lengser pada 2001, sebelum periode masa jabatannya habis.

Mitos juga menyebut Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie (Presiden RI 1998-1999) juga mengunjungi Kediri dan lengser tiga bulan setelahnya. Namun, sebagaimana diketahui, Habibie tidak lengser secara tidak normal, melainkan berakhir dan tidak ikut kontestasi pencapresan 1999.

Tonton juga video Stafsus Milenial Jokowi Dorong Komnas Disabilitas Hadir di 2020:

Selanjutnya
Halaman
1 2