Jadi Buronan KPK, Bagaimana Nasib Praperadilan Eks Sekretaris MA Nurhadi?

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 10:33 WIB
nurhadi
Nurhadi (tengah) dalam sebuah acara di MK (ari/detikcom)
Jakarta -

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengajukan praperadilan kedua setelah kalah di praperadilan pertama. Di sisi lain, Nurhadi kini dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) KPK. Bolehkan Nurhadi mengajukan praperadilan?

"Rabu, 5 Februari ini kami sudah ajukan gugatan praperadilan klien kami terhadap KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatannya sudah terdaftar juga hari ini," kata kuasa hukum Nurhadi, Maqdir Ismail, pada Kamis 6 Februari 2020.

Sepekan setelahnya, tepatnya pada 13 Februari 2020, KPK memasukkan tersangka kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar itu ke daftar pencarian orang (DPO). Menantu Nurhadi, Riezky Herbiyono, juga jadi DPO karena dinilai tidak menunjukkan iktikad baik untuk memenuhi panggilan KPK, padahal sudah dipanggil dengan patut.

"Para tersangka yang setelah dipanggil dua kali sebagai tersangka Pak NH (Nurhadi) dkk yang tidak hadir atau mangkir dari panggilan penyidik KPK maka kami menyampaikan bahwa KPK telah menerbitkan daftar pencarian orang, DPO kepada para tiga tersangka ini, yaitu Pak Nurhadi kemudian Riezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri.

Jejak Kelam Eks Sekjen MA Nurhadi 'Si Buronan' KPK:

Selanjutnya
Halaman
1 2