Round-Up

Mencari Belasan Senjata Tempur di Heli MI-17 dari Prajurit yang Gugur

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 06:37 WIB
ISTIMEWA/ Lokasi puing heli MI-17 di Papua
Lokasi puing helikopter MI-17 milik TNI di Papua. (Dok: Istimewa)
Jakarta -

Sebanyak 11 senjata api dari berbagai jenis tidak ditemukan di lokasi jatuhnya helikopter MI-17, di kawasan Pegunungan Mandala, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Tokoh masyarakat setempat meyakini 11 senjata tersebut diambil masyarakat kampung terdekat dengan lokasi jatuhnya helikopter.

Adapun senjata api yang hilang, yaitu 7 jenis senapan serbu SS-1, 3 pistol, dan 1 pelontar granat alias GLM. Saat ini, pihak TNI fokus mencari keberadaan senjata-senjata tersebut.

"Memang benar, dari laporan yang diterima, terungkap senpi yang dibawa korban tidak ditemukan," kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen Herman Asaribab di Jayapura, Sabtu (15/2/2020).

Mencari Belasan Senjata Tempur di Heli MI-17 dari Prajurit yang GugurFoto: ANTARA FOTO/ Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab

Berdasarkan informasi yang diterima pihak TNI, 11 senjata organik yang hilang itu kemungkinan dibawa masyarakat yang berburu. Pihak TNI akan melakukan pendekatan kepada masyarakat agar senjata-senjata tersebut dikembalikan.

"Info dari para tokoh masyarakat di Distrik Oksop, kemungkinan besar senjata tersebut diambil oleh masyarakat kampung terdekat dari lokasi jatuhnya heli," ungkap Wakapendam Cenderawasih, Letkol Dax Sianturi kepada wartawan secara terpisah.

"Para tokoh masyarakat setempat telah menyatakan kesediaannya membantu Pangdam agar senjata tersebut dikembalikan," imbuhnya.

Letkol Dax Sianturi mengatakan TNI AD akan melakukan pendekatan kultural. Sebab, pendekatan kultural terbukti efektif dijalankan selama ini.

"Kami mengedepankan pendekatan kultural yang akan dilakukan oleh pemda dan tokoh masyarakat atau tokoh adat setempat kepada masyarakat," terangnya.

"Berdasarkan pengalaman kami, pendekatan tersebut sangat efektif untuk menyadarkan masyarakat agar bersedia mengembalikan senjata kepada pihak TNI," sambung Letkol Dax Sianturi.

Helikopter MI-17 milik TNI itu hilang kontak pada 28 Juni 2019 lalu, saat terbang dari Bandara Oksibil, Papua. Helikopter tersebut saat itu terbang menuju Bandara Sentani, Jayapura.

Helikopter itu mengangkut 12 orang, yang terdiri atas 7 orang kru dan 5 personel Satgas Yonif 725/Woroagi. Heli ini digunakan dalam misi pengiriman logistik ke pos udara pengamanan perbatasan (pamtas) di Distrik Okbibab, Pegunungan Bintang.

Helikopter tersebut ditemukan di tebing Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Kondisinya sudah sisa puing-puing.

(zak/dkp)