Harapkan Pelukan Ibu, Pemuda Australia Digantung Jumat
Kamis, 01 Des 2005 10:59 WIB
Jakarta - Kematian sudah di depan mata bagi pemuda Australia, Nguyen Tuong Van, yang dituduh menyelundupkan narkoba. Pria berusia 25 tahun itu akan dihukum mati di Singapura pada Jumat (2/12/2005) besok.Nguyen hari ini menerima kunjungan terakhir orang-orang terdekatnya. Saudara kembarnya tiba di Penjara Changi pada pukul 09.15 waktu setempat. Namun belum ada tanda-tanda kedatangan ibunya, yang selama ini kerap mengunjungi Nguyen.Nguyen akan digantung di Penjara Changi pada Jumat besok tepat pukul 06.00 waktu setempat. Demikian seperti diberitakan Syndey Morning Herald, Kamis (1/12/2005).Sebelumnya pemerintah Australia telah meminta pemerintah Singapura untuk mengizinkan ibu Nguyen memeluk putranya sebelum maut menjemput. Pasalnya selama kunjungan ke penjara, sang ibu, Kim Nguyen, hanya bisa mengobrol dan melihat anaknya melalui kaca pemisah. Kim pun meminta agar dirinya dibolehkan memeluk putranya itu untuk terakhir kali sebelum eksekusi mati. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda pemerintah Singapura akan mengabulkan permohonan itu. Untuk itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer kembali menyampaikan permohonan terakhir tersebut kepada pemerintah Singapura."Saya bicara dengan Komisi Tinggi Singapura di Canberra pagi ini dan mengatakan bahwa saya cuma ingin menekankan soal betapa berartinya bagi kami kontak fisik antara Nguyen dan ibunya," ujar Downer."Saya harap pemerintah Singapura akan mengabulkan hal itu," imbuh Downer. Mengenai upaya pengampunan jiwa Nguyen, Downer mengatakan bahwa tak ada lagi yang bisa dilakukan pemerintah Australia."Saya sedih karena kami tidak bisa menyelamatkan jiwanya," tutur Downer pelan. Dikatakannya, pemerintah, parlemen dan diplomat-diplomat Australia telah melakukan berbagai upaya untuk membujuk pemerintah Singapura membatalkan vonis mati bagi Nguyen.Kini, karena pemerintah Singapura menolak semua permohonan pengampunan yang diajukan pemerintah Australia, Nguyen tampaknya harus bersiap mati. Dia telah ditahan hampir 3 tahun sejak ditangkap saat transit di Bandara Changi pada Desember 2002 lalu. Warga Australia itu kedapatan membawa 400 gram heroin.
(ita/)











































