Cek Radioaktif di Batan Indah, Polri Kerahkan Tim Teknisi KBR Brimob

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 13:11 WIB
Tim Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) dari Korps Brimob Polri diterjunkan ke lokasi terpaparnya radioaktif di Batan Indah. (Foto: Rolando/detikcom)
Tim Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) dari Korps Brimob Polri diterjunkan ke lokasi yang terpapar radioaktif di Batan Indah. (Rolando/detikcom)
Tangerang Selatan -

Tim Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) dari Korps Brimob Polri diterjunkan ke lokasi yang terpapar radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan (Tangsel). Tim KBR mengecek di titik paparan radioaktif.

Pantauan detikcom di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Sabtu (15/2/2020), Tim Teknisi KBR mulai mengecek lokasi pada pukul 12.45 WIB. Tim mengecek menggunakan sejumlah alat.

"Agak menjauh ya, ini zona merah soalnya," ujar salah seorang personel Tim Teknisi KBR.

Ada 13 personel Tim Teknisi KBR yang diterjunkan ke lokasi. Saat mendekati gundukan tanah yang ditutupi plastik terpal, personel menggunakan masker wajah, sarung tangan, dan pelindung alas kaki.

Cek Radioaktif di Batan Indah, Polri Kerahkan Tim Teknisi KBR BrimobTim Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) dari Korps Brimob Polri diterjunkan ke lokasi yang terpapar radioaktif di Batan Indah. (Rolando/detikcom)

Salah seorang personel Tim Teknisi KBR nampak mencatat dari temuan-temuan yang ada di lokasi. Sementara lima personel lainnya berkeliling membawa alat yang mengeluarkan bunyi.

Sejumlah warga tampak menyaksikan proses pengecekan oleh Tim Teknisi KBR ini. Namun warga menjaga jarak sehingga tidak terlalu dekat dengan lokasi.

Sebelumnya diberitakan, unsur Cs 137 diduga ada di kawasan Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan (Tangsel), yang terpapar radioaktif. Unsur itu memang ada di kawasan reaktor nuklir Chernobyl, yang mengalami kecelakaan pada 1986. Namun, tenang saja, radioaktif di Tangsel itu tak segawat bencana nuklir Chernobyl.

"Tentu skalanya berbeda," kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Indra Gunawan, kepada wartawan, Sabtu (15/2).

(rfs/mae)