Unsur yang Diduga Sumber Radioaktif di Batan Indah: Cs 137

Indra Komara - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 08:31 WIB
Foto ilustrasi tak berhubungan dengan berita: Kristal Sesium (Denis s.k via Wikimedia Commons/CC BY 3.0)
Foto ilustrasi tak berhubungan dengan berita: Kristal Sesium (Denis s.k via Wikimedia Commons/CC BY 3.0)
Jakarta -

Ada paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Dugaan sementara, paparan radioaktif itu berasal dari zat ini.

"Sementara informasi masih terbatas, tapi dugaannya adalah Cs 137," kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan, kepada wartawan, Sabtu (15/2/2020).

Cs 137 adalah salah satu unsur radioaktif. Cs adalah lambang dari sesium, atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai cesium. Belum diketahui bagaimana Cs 137 bisa lepas ke kawasan permukiman penduduk itu.

Unsur yang Diduga Sumber Radioaktif di Batan Indah: Cs 137Seorang jurnalis foto memotret lokasi ditemukannya paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

Lokasi persis lokasi yang terpapar radioaktif itu ada di tanah kosong, dekat lapangan voli Blok J, lingkungan perumahan Batan Indah. Perumahan ini diketahui mengandung radiasi melebihi ambang batas normal berkat pemantauan pada 30-31 Januari 2020. Bapeten menemukan serpihan sumber radiasi itu pada 7 dan 8 Februari kemarin. Bapeten langsung memasang garis pembatas (safety perimeter) agar warga tidak mendekat ke lokasi.

"Ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J," kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan, dalam keterangan pers, Jumat (14/2) malam tadi.

Bapeten pun mengambil tanah untuk dianalisis. Sumber paparan radioaktif berasal dari serpihan. "Setelah pengangkatan serpihan sumber radioaktif tersebut, dan dilakukan pemetaan ulang, ditemukan bahwa laju paparan mengalami penurunan, namun masih di atas nilai normal," jelas Indra.

(dnu/dnu)