Round-Up

Geger Klinik Aborsi Buang Nyaris Seribu Bakal Bayi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 06:41 WIB
Polisi membongkar praktik ilegal aborsi di klinik bernama Paseban di Jakarta Pusat. Klinik tersebut disebut telah mengaborsi 903 janin selama dua tahun.
Foto: Klinik aborsi ilegal di Jalan Paseban, Senen, Jakpus (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Berbekal informasi masyarakat dan promosi via website, polisi mengungkap klinik aborsi ilegal di Senen, Jakarta Pusat (Jakpus). Fantastisnya, jumlah bakal bayi yang sudah diaborsi di klinik ini mencapai 903 janin, padahal klinik ini baru beroperasi selama 21 bulan.

"Ini pengungkapan praktik aborsi yang tidak memiliki izin, kemudian juga tidak memiliki izin melakukan praktik kedokteran. Saya sudah sampaikan 1.632 orang pernah ditangani di sini dengan 903 dia aborsi selama 21 bulan sejak 2018 sampai sekarang ini," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jalan Paseban, Senen, Jakarta Pusat (Jakpus).

Tak kalah fantastis, keuntungan yang diraup dari bisnis ilegal yang tak berperikemanusiaan ini mencapai Rp 5,5 miliar. Polisi menangkap dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni MM sebagai dokter, RM sebagai bidan, dan SI sebagai tenaga kesehatan.

"Total selama 21 bulan pengakuan hampir Rp 5,5 miliar lebih keuntungan yang didapat yang bersangkutan," sambung Yusri.


Klinik aborsi ilegal ini digrebek aparat pada Selasa (11/2) siang. Saat penggrebekan, para tersangka sedang 'buka praktik'. "Saat itu memang sedang ada praktik aborsi," kata Yusri.

MM, RM dan SI tak bekerja sendirian. Mereka diduga terkoneksi dengan 50 bidan dan dokter nakal serta ratusan calo untuk menggaet pasien.

"Jaringan ini mereka punya jaringan sampai 50 bidan di luar, dan ada beberapa perkembangan dengan pemeriksaan terhadap beberapa dokter yang ada. Dia punya, kita sudah lidik, dia punya kaki tangan sekitar 50 bidan dan hampir 100 calo, kan di sini banyak calo aborsi. Salah satu kaki tangannya adalah calo-calo itu, masih kita kembangkan," ujar Yusri.

Polisi menegaskan penyidikan kasus ini tak berhenti hanya pada sampai ketiga tersangka, karena saat ini penyidik sedang mengejar seorang DPO dan beberapa dokter yang diduga ikut menyokong kegiatan aborsi di klinik ini. Ketiga tersangka pun, ungkap Yusri, adalah residivis kasus yang sama beberapa tahun yang lalu

Geger Klinik Aborsi Buang Nyaris Seribu Bakal BayiFoto: Tersangka kasus klinik aborsi di Paseban, Senen, Jakpus, digiring ke Polda Metro Jaya (Lamhot Aritonang/detikcom)


"Ada beberapa yang masih DPO, kita akan kembangkan lagi karena kita dapat info bahwa tempat ini dijadikan tempat titipan aborsi oleh beberapa dokter. Ada beberapa dokter yang lakukan aborsi, lakukannya di sini, ada beberapa dokter yang lakukan aborsi dibawa ke klinik ini sementara ini klinik ilegal," lanjut Yusri membeberkan strategi tersangka MM cs melebarkan sayap bisnis ilegalnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2