Komnas PA Minta Pelaku Praktik Aborsi Ilegal Juga Dijerat UU Perlindungan Anak

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 17:08 WIB
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Sabtu (7/45/2016).
Foto Arist Merdeka Sirait (Ari Saputra/detikcom)


Arist mengatakan pembongkaran kasus ini menjadi momentum bersama untuk menangkap para pelaku aborsi lainnya. Dia juga mengungkap aborsi sebagai kejahatan kemanusiaan.

"Komnas Perlindungan Anak tarik perhatian bahwa kasus aborsi ini kejahatan kepada kemanusiaan karena menghilangkan hak paksa hak hidup. Karena itu ini patut dibongkar, ini momentum kita bersama masyarakat bahu membahu membongkar kasus ini sehingga jaringan aborsi ini bisa diungkap," ujar Arist.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memastikan pihaknya akan mempertimbangkan penerapan UU Perlindungan Anak dan TPPU kepada para tersangka. Sejauh ini, pasal yang diterapkan adalah UU Kesehatan No 36 Tahun 2009, UU tentang tenaga kesehatan No 36 Tahun 2014, dan UU No 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran.

"Kami akan bahas lagi apa bisa masuk ke UU Perlindungan Anak dan kita masukkan UU TPPU karena dia praktik cukup lama dengan keuntungan," sebut Yusri.

Halaman

(maa/zap)