KPAI Ingin Pelajar yang Lihat Aksi Guru Pukul Siswa di Bekasi Diasesmen

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 16:52 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti (Isal Mawardi/detikcom)
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengunjungi SMAN 12 Bekasi yang menjadi perbincangan belakangan ini. Kunjungan itu terkait viralnya video pemukulan oleh oknum guru berinisial I terhadap sejumlah siswa yang terlambat.

"Hari ini kami bertemu kepala sekolah lalu tadi saya melihat TKP, kami meminta penjelasan, kronologis, dan lain-lain. Tadi disampaikan dan juga menanyakan guru pelaku, apakah guru pelaku sudah lama melakukan pendisiplinan-pendisiplinan dengan cara kekerasan," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, ketika ditemui di SMAN 12 Bekasi, Jalan I Gusti Nugrah Rai, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jumat (14/2/2020).

Retno mengatakan KPAI akan bertemu dengan Disdik Provinsi Jawa Barat untuk membahas secara mendalam kasus pemukulan ini. Selain itu, pihaknya akan merekomendasikan korban dan siswa yang melihat adegan pemukulan menjalani asesmen.

"Kami serius melakukan ini karena pelakunya guru korbannya banyak, dilihat banyak anak, kami akhirnya meminta semua anak yang saat itu menyaksikan pemukulan-pemukulan tadi, kami minta diasesmen dengan psikososial," kata Retno.

Menurutnya, asesmen penting bagi kondisi psikologis siswa. Mengingat sebagian besar yang melihat adegan itu adalah pelajar kelas 12, yang akan menjalani ujian nasional dalam waktu dekat. Retno menyebut ada lebih dari 172 siswa yang harus menjalani asesmen.

"Iya 172 (siswa), ternyata ada juga yang olahraga pada saat peristiwa pemukulan. Jadi yang olahraga kita coba untuk asesmen juga, diasesmen siapa yang butuh psikologi berkelanjutan dan siapa yang tidak perlu. Itu penting ya agar anak-anak ini bisa melupakan peristiwa itu," tuturnya.

Simak Video "Uang Rp 2.000, Motif Sekelompok Siswa SMP Purworejo Keroyok Siswi"

[Gambas:Video 20detik]

(isa/gbr)