Kontroversi Ridwan Saidi: 'Sriwijaya Bajak Laut' Hingga 'Kerajaan Galuh Brutal'

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 15:38 WIB
budayawan Betawi Ridwan Saidi
Foto: Ridwan Saidi (Ari Saputra)

3. Sebut 'Tak ada Kerajaan di Ciamis'

Ridwan Saidi kemudian kembali membuat pernyataan kontroversial lagi. Kini, Ridwan menyebut tak ada kerajaan di Ciamis, Jawa Barat. Selain itu, Kerajaan Sunda Galuh ia nilai salah penamaannya.

Pernyataan ini ada dalam Video berdurasi 12 menit 31 detik dengan judul 'GEGEER !! TERNYATA KERAJAAN KERAJAAN DI INDONESIA SANGAT DITAKUTI DI DUNIA' yang diunggah 12 Februari 2020. Dia masih ditemani oleh Vasco.

"Saya mohon maaf dengan saudara dari Ciamis. Di Ciamis itu nggak ada kerajaan, karena indikator eksistensi kerajaan itu adalah indikator ekonomi, Ciamis penghasilannya apa? Pelabuhannya kan di selatan bukan pelabuhan niaga, sama dengan pelabuhan kita di Teluk Bayur, bagaimana membiayai kerajaan," ujar Ridwan.

"Lalu diceritakanlah ada raja Sunda Galuh. Sunda galuh saya kira agak keliru penamaan itu, karena galuh artinya brutal, jadi saya yakin tidak ada peristiwa Diah Pitaloka, wanita dari Sunda Galuh itu dipanggul-panggul dibawa ke Hayam Wuruk untuk dikawinin. Itu yang dikatakan perang bubat, sedangkan bubat itu artinya lapang olahraga bukan nama tempat. Jadi di bubat yang mana dia perang. Juga di Indonesia tidak ada adat perempuan mau kawin dijunjung-junjung dianterin ke rumah lelaki itu kagak ada, itu tidak Indonesia," tuturnya.

Ucapan Babe Saidi itu mendapat respon dari sejumlah tokoh hingga unsur masyarakat Ciamis. Dia diminta datang untuk melihat langsung berbagai bukti sejarah terkait kerajaan di Ciamis.

Saat dikonfirmasi detikcom, Ridwan Saidi mengaku tidak bermaksud untuk mencemooh sejarah di Ciamis. Ridwan justru mengajak melakukan penelitian terkait sejarah Sunda Galuh.

"Saya enggak punya niatan lain, anak Betawi saya kritik abis-abisan. Ane gak ada pamaksadan nu aneh-aneh enggak ada (saya tidak bermaksud yang aneh-aneh tidak ada)," ucapnya, saat dihubungi, Kamis (13/2/2020).

Dalam kesempatan itu, dia mencoba memberi penjelasan terkait arti kata Galuh. Menurutnya Galuh itu berasal dari bahasa Armenia yang berarti brutal.

"Bukan dari saya, masa ngarang, saya enggak bisa ngarang-ngarang dong, yang bener aje," ucap Babe Saidi.

Gelombang protes kepada Ridwan itu terus disuarakan. Budayawan, kabuyutan, organisasi masyarakat, suporter sepakbola balad Galuh hari ini melakukan orasi mimbar bebas di Alun-alun Ciamis. Bahkan aksi ini dihadiri langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra.

Halaman

(rdp/tor)