Safety Roadshow di Bali, Grab Beri Pelatihan Cegah Kekerasan Seksual

Mustiana Lestari - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 15:11 WIB
Grab Road Safety Bali
Foto: Grab
Jakarta -

Grab menggelar Safety Roadshow Bali yang merupakan bagian kampanye terbaru Grab #AMANUNTUKSEMUA. Melalui kampanye ini, para mitra pengemudi Grab di Bali yang terpilih mendapatkan pelatihan khusus mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

"Grab memiliki misi untuk menciptakan transportasi yang aman sehingga bisa diandalkan oleh siapapun, untuk kebutuhan apa pun. Karena itu kami selalu menetapkan standar tinggi dalam hal keamanan dan keselamatan mitra pengemudi dan pengguna di Indonesia, bahkan terus meningkatkan keandalannya," jelas Head of Grab Bali Halim Wijaya dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2/2020).

Selain itu, acara ini menjadi ajang pengumuman sejumlah inovasi fitur keamanan baru, yakni 'Pusat Keselamatan' dan fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang & Mitra Pengemudi.

Fitur-fitur yang ditampilkan dalam Safety Roadshow Bali adalah bagian dari Roadmap Teknologi Keselamatan yang sudah diluncurkan sejak akhir 2018 lalu, dengan tujuan utama mencapai angka kecelakaan "nol insiden".

"Sekarang di Bali, baik mitra pengemudi maupun pengguna akan merasa lebih aman di perjalanan berkat adanya fitur Safety Center yang bisa diakses dengan satu ketukan, serta Share My Ride yang berguna untuk memberikan akses pemantauan perjalanan pada orang terdekat. Selain itu, kami juga mendedikasikan diri untuk selalu meningkatkan kualitas layanan, salah satunya dengan mengadakan psikotes di proses perekrutan mitra pengemudi," lanjutnya.

Safety Roadshow di Bali, Grab Beri Pelatihan Cegah Kekerasan SeksualFoto: Grab

Dalam kampanye ini, Grab menggandeng Forum Pengada Layanan (FPL) untuk mengadakan Safety Roadshow serta memberikan edukasi pada mitra pengemudi dan melakukan pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas kekerasan seksual.

"Kami sangat bangga bisa menjalin kemitraan dengan FPL yang menaungi lembaga pengada layanan untuk korban kekerasan di 32 provinsi di Indonesia. Semua inisiatif dan kemitraan ini diharapkan bisa memberikan dampak sosial besar dan meningkatkan keselamatan berkendara di masyarakat Bali, serta seluruh Indonesia," tandasnya.

Selain edukasi pencegahan, sebagai bagian dari kerja sama Grab dan FPL telah dilakukan kampanye donasi untuk FPL di platform GrabRewards yang dilakukan sejak bulan Desember 2019 sampai dengan 10 Januari lalu.

Donasi yang terkumpul sebesar Rp 109.965.000 dari 2.860 pengguna aplikasi dan dana khusus dari Grab akan FPL gunakan untuk program pemberdayaan ekonomi perempuan penyintas di 3 (tiga) area yaitu Wilayah Jawa, Wilayah Sumatera dan Kalimantan, serta Wilayah Indonesia Timur termasuk Bali.

"Kami juga bahagia dapat mendukung misi FPL untuk memberdayakan para penyintas kekerasan sehingga membantunya mandiri secara finansial. Semua ini adalah bukti nyata dari misi GrabForGood yang selama ini kami berusaha untuk wujudkan," terangnya.

Sementara itu Direktur LBH APIK Bali, Ni Luh Putu Nilawati mengatakan Grab dan FPL hadir dengan tujuan yang sama, yaitu mendorong terwujudnya kesadaran masyarakat akan keamanan dan keselamatan berkendara, untuk perempuan maupun laki-laki.

Dia mengaku senang dengan terlaksananya Safety Roadshow di Bali. Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan wawasan baru untuk mitra pengemudi, penumpang, juga berbagai pihak terkait.

"Terutama mengenai topik keamanan, keselamatan, kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan seksual. Kami juga sangat mengapresiasi Grab yang menangani isu ini dengan perspektif yang inklusif, serta menunjukkan kepedulian dengan menggelar acara edukasi atau pelatihan seperti sekarang ini selain lewat pemberdayaan ekonomi untuk para penyintas kekerasan. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut di berbagai kota lain di Indonesia," terang Ni Luh.

Head of Platform Safety, Grab Indonesia Mochamad Fadjar Wibowo menambahkan, teknologi Keselamatan selalu menjadi perhatian dan prioritas Grab. Katanya, Grab selalu berinovasi untuk meningkatkan keunggulan operasionalnya, sehingga mudah dipakai saat dibutuhkan, serta turut memberi dampak positif pada peningkatan standar keamanan transportasi di Indonesia.

"Beberapa di antaranya adalah membentuk tim respon insiden keselamatan yang aktif 24/7, perlindungan asuransi kecelakaan untuk mitra pengemudi dan penumpang di setiap perjalanan, serta prosedur seleksi yang ketat menggunakan psikotes. Semuanya merupakan fondasi keamanan dan keselamatan yang sudah kami jalankan bertahun-tahun, dan sudah tentu akan terus kami kembangkan ke arah yang lebih baik," ungkapnya.

Sejak diluncurkannya Roadmap Teknologi Keselamatan di bulan Oktober 2018, Grab melihat terjadi penurunan insiden yang dapat dicegah sebesar 39% di Indonesia. Peluncuran "Pusat Keselamatan" dan fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi merupakan upaya meningkatkan keselamatan mitra dan penumpang.

Fadjar mengatakan meskipun tidak ada standar keselamatan taksi atau transportasi online yang seragam di seluruh kawasan, Grab membandingkan kinerja keselamatannya dengan standar minimum Kualitas Layanan yang ditetapkan regulator transportasi darat Singapura untuk industri taksi.

Lebih lanjut, dia menyebut layanan ride-hailing Grab di seluruh Asia Tenggara lebih aman daripada standar taksi Singapura yang sudah tinggi. Saat ini, layanan ride-hailing transportasi Grab 1,2x lebih aman daripada standar industri taksi Singapura dalam hal kecelakaan terkait pengemudi; dan 1,9x lebih aman dalam hal pelanggaran terkait pengemudi.

Apalagi dengan Safety Center/Pusat Keselamatan yang baru di dalam aplikasi, semua penumpang yang mengendarai Grab sekarang dapat mengakses beberapa fitur keselamatan dalam satu ketukan.

Sebelumnya, fitur keselamatan yang memungkinkan pengguna untuk membagikan detail perjalanan mereka dengan orang yang terdekat, meminta bantuan darurat, dan melaporkan masalah keselamatan terletak secara terpisah di dalam aplikasi. Sekarang, ketiga fitur ini berada di Pusat Keselamatan, membuatnya jauh lebih mudah diakses oleh para pengguna.

Share My Ride/Bagikan Informasi Perjalanan

Sebagai perusahaan pertama yang merintis fitur ini, Share My Ride menawarkan kepada penumpang opsi untuk memberi akses bagi keluarga atau orang tercinta melacak lokasi GPS mereka langsung dan status perjalanan. Fitur ini semakin ditingkatkan dengan memberikan perkiraan waktu kedatangan, serta rincian mitra pengemudi.

Report a Safety Issue/Laporkan Masalah Keselamatan

Penumpang dapat dengan mudah melaporkan masalah keselamatan, misalnya, mengemudi yang tidak aman, kapan saja dalam perjalanan mereka sehingga Grab dapat mengambil tindakan cepat terhadap potensi insiden keselamatan.

Get Emergency Assistance/Dapatkan Pertolongan Darurat

Jika terjadi keadaan darurat, penumpang dapat meminta bantuan dari tim respon insiden Grab 24/7. Peringatan SMS yang berisi detail perjalanan mereka dan lokasi saat ini akan secara otomatis dikirim ke Kontak Darurat yang didaftarkan. Fitur ini juga telah ditingkatkan untuk memungkinkan penumpang melacak status bantuan darurat.

SOS Button/Tombol Darurat

Mitra pengemudi dapat secara mudah menekan tombol notifikasi di dalam aplikasi Grab kepada kontak darurat apabila mereka merasa terancam. Melalui cara ini, pusat panggilan darurat Grab dan orang-orang terdekat akan diberitahukan kapanpun saat mereka terancam.

Kamera GrabSiaga

Mengikuti "Safety Technology Roadmap" yang diluncurkan Grab bersama Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Kepolisian Indonesia pada November 2018, Grab juga bermitra dengan JVC-KENWOOD untuk melengkapi 3.000 GrabCar dengan kamera GrabSiaga yang dimaksudkan untuk mencegah tindakan yang tidak sesuai atau perilaku pengemudi yang agresif.

Grab Defence

Penyempurnaan deteksi dan antisipasi kecurangan untuk melindungi mitra pengemudi yang jujur.

Fitur Pusat Keselamatan melengkapi fitur keamanan lainnya yang telah ada sebelumnya yaitu:

Free Call (VoIP)

Penumpang dan pengemudi kini dapat memilih "Free Call" yang akan memberikan panggilan gratis dalam aplikasi Grab. Selain menjaga keamanan dan privasi, fitur ini juga akan memberikan kemudahan komunikasi setelah penumpang memesan kendaraan.

Verifikasi Wajah Pelanggan dan Pengemudi Melalui Swafoto

Penumpang yang tergabung dalam Grab untuk pertama kalinya harus melakukan verifikasi wajah secara langsung sebagai bentuk identifikasi sebelum memesan kendaraan untuk pertama kalinya. Pengemudi juga diwajibkan melakukan verifikasi wajah secara berkala untuk dapat masuk ke dalam aplikasi yang dipakai.

Fitur terbaru lainnya adalah fitur Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang dan Mitra Pengemudi. Melalui fitur ini Grab menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan. Ketika sistem Grab mendeteksi pemberhentian yang tidak direncanakan, penumpang akan secara otomatis menerima pemberitahuan dalam aplikasi yang menanyakan apakah penumpang atau pengemudi memerlukan bantuan. Jika mereka membutuhkan bantuan, mereka akan segera diarahkan ke Pusat Keamanan di mana mereka dapat memilih satu atau lebih dari opsi berikut: 1) Membagikan detail informasi perjalanan kepada teman dan keluarga secara langsung; 2) Melaporkan masalah keamanan; atau 3) Meminta bantuan darurat.

Sebelumnya, Grab Safety Roadshow telah diselenggarakan di Bandung, Makassar, Medan, Surabaya, Palembang, dan Yogyakarta. Bali merupakan kota ke-7 yang dikunjungi dalam rangkaian acara tersebut.

Video Dengan Teknologi, Good Doctor Jawab Keresahan Wabah Corona :

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)