Duduk Perkara Isu Manipulasi di Surat Anies soal Rekomendasi TACB

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 11:32 WIB
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi adukan Dugaan Manipulasi Izin TACB untuk Formula E ke Kemensetneg
Foto: Surat Anies terkait rekomendasi TACB (Marlinda Oktavia/detikcom)
Jakarta -

Surat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno terkait Formula E di Monas menuai polemik. Soalnya, surat itu mengklaim telah mendapat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta. Begini awal duduk perkaranya.

Duduk perkara polemik ini bermula ketika Anies mengirimkan surat kepada Mensesneg bernomor 61/-1.857.23. Surat itu ditandatangani oleh Anies pada 11 Februari 2020. Dalam surat itu, Anies mengatakan telah mendapat rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta.

"Dalam rangka menjaga fungsi, kelestarian lingkungan dan cagar budaya di Kawasan Medan Merdeka dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperoleh rekomendasi TIM Ahli Cagar Budaya Provinsi DKI Jakarta yang dituangkan dalam surat Kepala Dinas Kebudayaan tanggal 20 Januari 2020 nomor 93/-1.853.15 tentang penyelenggaraan Formula E 2020," tulis Anies dalam suratnya.

Anies juga mengatakan, penyelenggara akan menaati Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya sesuai dengan empat butir hal yang perlu diperhatikan dan dimuat dalam surat persetujuan tersebut.

Namun Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Provinsi DKI Jakarta Mundardjito mengaku tak merekomendasikan pegelaran Formula E di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Keterangannya berbeda dengan poin dalam surat Anies.

"Saya nggak tahu, kita nggak bikin, saya ketuanya kan," ucap Mundardjito saat dihubungi, Rabu (12/2).

Menurut pengakuan Mundardjito, TACB pun tidak berkomunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta soal rencana Formula E di Monas. Dia pun baru mendapat informasi ini dari media massa.

"Nggak (koordinasi), baru tahu itu ada terjadi ada balap di situ dan baru tahu kemudian ditolak mula-mula sama Setneg, dan katanya dia iya-kan lagi. Jadi gimana juga nggak ngerti ya. Ditanya ke saya juga nggak ngerti," ucap Mundardjito.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3