Round-Up

Opsi Setia Pancasila demi Anak-anak WNI Eks ISIS Masuk Indonesia

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 21:41 WIB
Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/2/2020). Mereka menolak rencana pemulangan sekitar 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS kembali ke Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.
Foto: Antara Foto/Wahyu Putro A
Jakarta -

Pro-kontra pemulangan anak-anak eks warga negara Indonesia (WNI) anggota ISIS masih berembus. Muncul opsi setuju anak-anak ISIS eks WNI dipulangkan asalkan setia kepada Pancasila.

Usulan tersebut muncul dari Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Abdul menilai pemerintah perlu memfasilitasi mereka yang ingin pulang ke Indonesia.

Abdul menyebut WNI yang bisa setia kepada Pancasila dapat kembali dengan beberapa persyaratan dan pembinaan khusus.

"Mereka yang masih WNI dan ingin kembali perlu difasilitasi, pemulangan bersifat suka rela. WNI yang tidak setia kepada Pancasila dapat kembali dengan beberapa persyaratan dan pembinaan khusus. Persyaratan tersebut antara lain tidak melakukan tindakan kriminal dan bersedia menjalani pembinaan ideologi di karantina atau tempat khusus lainnya," kata Abdul saat dikonfirmasi, Rabu (12/2/2020).

Sebab, Abdul mengatakan, tak semua WNI tersebut berniat menjadi kombatan ISIS. Ada juga mereka yang terjebak oleh keluarganya.

Abdul menyebut para kombatan ISIS yang memang sengaja bergabung sudah pasti tidak perlu dipulangkan ke Tanah Air. Menurutnya, perempuan dan anak-anak selagi masih bisa bersumpah setia kepada Pancasila dapat kembali ke Indonesia dengan berbagai syarat.

"Tidak seluruh eks ISIS harus dipulangkan. Mereka yang tidak lagi menjadi WNI sudah tidak perlu diurusi. Mereka bukan WNI dan pemerintah tidak ada kewajiban mengurus mereka," katanya.

"Mereka yang setia kepada Pancasila terutama perempuan dan anak-anak dapat kembali tanah air. Mereka dapat langsung dikembalikan kepada keluarga dan masyarakat dengan syarat wajib lapor kepada aparat setempat," lanjut dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII dari Partai Golkar Ace Hasa Syadzilly mengatakan, bila anak-anak ISIS eks WNI tersebut dipulangkan ke Indonesia, mereka pun harus direhabilitasi.

Ace mengatakan meski masih anak-anak bukan berarti belum terpapar virus terorisme. Menurutnya, dalam memori pikiran anak tersebut bisa saja sudah tertanam tentang terorisme ISIS.

"Ingat, anak-anak kombatan ISIS ini juga bukan berarti tidak terkena virus terorisme lho. Dalam memori kolektif mereka bisa saja mereka terpatri apa yang dirasakan dan dialami tentang terorisme yang dilakukan ISIS," kata Ace kepada wartawan, Rabu (12/2).

Presiden PKS Sohibul Iman pun sependapat. Menurutnya, anak-anak tersebut bisa dibina di Indonesia.

"Saya kira pemerintah bisa membaca ini dengan baik. Jadi harus dipetakan satu per satu, sehingga kalau anak-anak ya mereka datang ke sana mungkin tidak happy, bawa ke sini, dan mereka bisa kita bina kembali," katanya.

(zlf/idn)