Sidang Sopir Taksi Online Diduga Salah Tangkap, Korban Ngaku Diminta Buka Baju

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 18:04 WIB
Sidang Ari Darmawan
Ilustrasi Sidang Ari Darmawan (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) melanjutkan sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dalam perkara pencurian dan kekerasan dengan terdakwa sopir taksi online Ari Darmawan. Saksi yang dihadirkan adalah korban bernama Amalia.

Mengawali kesaksiannya, Amalia menceritakan, dia bersama satu temannya yang bernama Suhartini memesan taksi online melalui aplikasi pada pukul 03.40 WIB dari daerah Kemang, Jakarta Selatan. Kemudian, terjadi peristiwa penodongan yang dilakukan sopir taksi online.

Selain ditodong dan dimintai uang, Amalia mengaku diminta membuka baju. Namun Amalia mengatakan tidak menanggapi permintaan tersebut.

"Saya disuruh buka baju, tapi saya diam aja," ujar Amalia dalam persidangan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Kamis (13/2/2020).

Amalia mengatakan saat itu dia tak merespons permintaan sopir taksi online. Setelah itu, sopir taksi online tersebut, menurut Amalia, memintanya menyerahkan HP.

"Saya nggak tahu, saya disuruh buka baju, saya nggak mau. Tapi terus dia fokus lagi ke handphone," tuturnya.

Tim pengacara Ari sempat menanyakan mengapa kejadian tersebut tidak dituangkan dalam BAP kepolisian. Amalia mengatakan hal itu tidak disampaikan karena dia merasa malu.

"Tidak (disampaikan), karena saya malu," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, hakim juga telah mendengar kesaksian dari Suhartini, yang juga merupakan korban. Dalam keterangannya, Suhartini mengaku mengalami pelecehan.

Pelecehan disebut terjadi pada saat dia menunggu Amalia di dalam mobil. Saat itu, Amalia disebut tengah mengambil uang untuk diserahkan kepada pengemudi.

"Teman saya keluar, kemudian pada saat di mobil sama driver ini saya nggak tahu berapa menit, kemudian saya dilecehkan," kata Suhartini (12/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, Ari Darmawan ditangkap polisi atas tuduhan perampokan terhadap penumpangnya. Ari sempat ditahan di Polres Jaksel selama 4 bulan sebelum akhirnya kasus itu dinyatakan lengkap (P21) oleh kejaksaan dan disidangkan.

Kuasa hukum Ari dari LBH Mawar Saron, Ditho Sitompoel, mengatakan dakwaan jaksa terhadap kliennya adalah error in persona atau salah orang.

(dwia/azr)