PKS DIY Tolak Fuad Bawazier Jadi Calon Menteri

PKS DIY Tolak Fuad Bawazier Jadi Calon Menteri

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2005 23:45 WIB
Yogyakarta - Wacana untuk mereshuffle sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu memang semakin menguat. Salah satu nama yang mencuat sebagai penggantinya adalah Fuad Bawazier. Namun Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menolak bila DPP PKS mengajukan Fuad Bawazier menjadi salah satu calon. Sosok mantan menteri keuangan zaman Soeharto itu dinilai PKS DIY tidak layak diajukan sebagai kandidat oleh PKS. Hal itu dikemukakan oleh Sekretaris Umum DPW PKS DIY, Arief Budiono didampingi ketua DPW, Achmad Sumiyanto kepada wartawan di kantor DPW di Timoho Yogyakarta, Rabu (30/11/2005).Menurut Sumiyanto, saat ini beberapa DPW mendengar adanya informasi dan wacana di kalangan pengurus DPP yang hendak memasukkan nama Fuad Bawazier sebagai calon menteri yang bakal diusung oleh PKS bila Presiden SBY melakukan reshuffle. Namun para pengurus di DPW-DPW sampai sekarang tidak mengetahui adanya informasi tersebut.Mekaninisme di PKS dalam mengusulkan nama menteri ataupun untuk duduk menjadi legislatif itu harus melalui Forum Lembaga Tinggi Partai atau di PKS disebut Maktab Riqobah 'Am. "Secara organisasi itu tidak bisa secara perseorangan mengusulkan nama untuk mewakili PKS," kata Sumiyanto.Sebagai partai kader katanya, PKS pasti akanm mengutamakan kaderisasi di partai sendiri. Selain itu nama yang akan diusulkan pun juga harus memenuhi kriteria dan pola kederisasi yang selama ini dipegang oleh PKS. Artinya nama yang akan diusung PKS semestinya berasal dari dalam partai sendiri. "Nama yang akan diusulkan harus memenuhi kreteria yang selama ini dipegang PKS. Selain itu, apa tidak ada tokoh lain sehingga harus Pak Fuad," tegas Sumiyanto.Sementara itu menurut Arief Budiono, untuk jabatan publik terutama legislatif selama ini PKS berpegang pada tiga hal pokok yaitu kaderisasi, moralitas dan profesionalisme. Selain mengutamakan kaderisasi, masalah moralitas adalah dasar yang paling utama."Kita tahu bagaimana perjalanan karier politik dia selama ini kami rasa kurang sesuai dengan PKS. Kalau memang PKS tidak punya kader yang layak, mestinya PKS tidak usah memaksakan diri," kata Arief.Arief mengingatkan bila PKS hendak mengusulkan nama calon hendaknya dipikir secara matang dan tidak mencari sosok yang instan. Selain itu calon yang diajukan PKS harus sesuai dengan pola kaderisasi yang telah berjalan di PKS dan benar-benar sesuai dengan misi dan visi PKS. "Jadi menurut kami kalau PKS lebih baik dari kader kita sendiri," tegas Arief. (mar/)


Berita Terkait