Panglima TNI Ungkap Tikus hingga Obat Nyamuk Jadi Media Bakar Hutan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 22:12 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz meninjau posko relawan karhutla di Pekanbaru, Riau.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz meninjau posko relawan karhutla di Pekanbaru, Riau. (Rahel/detikcom)
Pekanbaru -

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan pelaku pembakaran hutan menggunakan hewan pengerat tikus hingga obat nyamuk bakar. Dia menuturkan 90% penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari 2015 hingga 2019 adalah manusia.

"Sudah ketahuan yang bakar ternyata manusia, dengan media tikus. Ekornya ditali dengan api kemudian dilepas. Bisa juga dengan obat nyamuk ditaruh di tempat, dan sisinya dikasih bensin sehingga kemungkinan kita bisa menangkap ulah manusia tersebut, perlu waktu," kata Hadi.

Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Karhutla Provinsi Riau di Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Rabu (12/2/2020). Dalam kegiatan ini, turut hadir Kapolri Jendral Idham Azis, Gubernur Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dan pejabat Forkopimda Riau.


"Kalau kita melihat rata-rata terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau ini mulai dari tahun 2015 sampai 2019 terakhir akibat ulah manusia 90 persen," ujar Hadi.

Dia kemudian menekankan pentingnya peran penegakan hukum dalam bencana karhutla. "Sehingga penegakan hukum benar-benar harus ditegakkan," tegas Hadi.

Hadi kemudian menyampaikan adanya prediksi kemarau panjang melanda Indonesia tahun ini. Hal tersebut, lanjut Hadi, dapat menjadi salah satu penyebab karhutla di waktu mendatang.

"Musim kemarau 2020 ini cukup panjang. Dimulai sejak pertengahan Maret atau bahkan lebih cepat lagi, di awal Maret sampai bulan Oktober. Sehingga menjadikan potensi kemungkinan kebakaran hutan dan lahan karena faktor manusia dan alam sangat tinggi," tutur Hadi.

Selanjutnya
Halaman
1 2