Dua Sikap Jokowi ke Pengikut ISIS: Jadi Eks WNI dan Dilarang Kembali ke RI

Andi Saputra, Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 17:51 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Andhika/detikcom)
Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta -

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat jelas menyikapi WNI yang ikut ISIS. Mereka menjadi mantan WNI dan dilarang kembali ke RI.

"Saya kira kemarin sudah disampaikan bahwa pemerintah punya tanggung jawab keamanan terhadap 267 juta penduduk Indonesia, itu yang kita utamakan. Oleh sebab itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana, ISIS eks WNI," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Hal itu sesuai dengan pandangan guru besar Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana. Menurut Hikmahanto, yang tergabung dalam tentara ISIS akan kehilangan kewarganegaraannya secara otomatis. Otomatis di sini karena merujuk pada Pasal 31 ayat (1) Peraturan Pemerintah 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan dan Pembatalan Kewarganegaraan.

Dalam Pasal 31 ayat (1) disebut "Warga Negara Indonesia dengan sendirinya kehilangan kewarganegaraannya karena..."

"Kata 'dengan sendirinya' berarti tidak perlu lagi ada proses lanjutan bila terpenuhi salah satu dari berbagai alasan yang ada," ujar Hikmahanto.

Tonton juga Jokowi Pertimbangkan Pemulangan Anak-anak WNI Eks ISIS, Tapi :

Selanjutnya
Halaman
1 2