Napi di Samarinda Tewas dengan Luka Memar, Polisi Lakukan Penyelidikan

Suriyatman - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 22:23 WIB
Hendra, kerabat napi di Samarinda yang diduga tewas akibat jadi korban kekerasan (Suriyatman/detikcom)
Hendra, kerabat napi di Samarinda yang diduga tewas akibat jadi korban kekerasan (Suriyatman/detikcom)
Samarinda -

Seorang narapidana di Samarinda bernama Ahmad Syukur (34) dikabarkan tewas dengan penuh luka memar di punggung dan pinggangnya. Jasad napi asal Kutai Kertanegara itu dibawa ke RSU AW Syahranie untuk diautopsi.

"Jenazah langsung kami antarkan kembali ke RSU AW Syahranie Samarinda untuk dilakukan autopsi, sementara saat ini kami para keluarga melaporkan kematian yang mencurigakan ini ke Polresta Samarinda," kata salah satu kerabat Syukur, Hendra, saat dihubungi, Selasa (11/2/2020).

Hendra mengaku mendapat kabar Syukur meninggal dini hari tadi sekitar pukul 05.00 Wita dari pihak Lapas Samarinda. Jasad korban sempat diserahkan ke keluarga dan akan dimakamkan di Samarinda.

Jasad Sukur batal dimandikan karena pihak keluarga menemukan sejumlah luka lebam. Keluarga curiga Syukur menjadi korban kekerasan.

"Setelah hendak memandikan korban untuk dimakamkan, terlihat di badannya, utamanya di punggung dan pinggangnya, terlihat banyak luka memar merah kebiruan, begitu tahu ada memar itu, diputuskan jenazah tidak jadi dimandikan," kata dia.

Lebih lanjut Hendra mengatakan Syukur selama 3 tahun sebelumnya merupakan narapidana di Lapas Tenggarong. Namun karena kondisi Lapas Tenggarong yang over kapasitas korban kemudian dipindahkan ke Lapas Samarinda. Di tempat ini, Syukur baru menjalani masa hukuman satu tahun.

"Tidak ada keluhan sakit. Cuma pernah semasa hidup, korban menyampaikan keluhan dipukul di dalam lapas. Untuk itu, kami meminta kejelasan dan kepastian hukum terkait ini. Karena dari dari mulut korban juga mengeluarkan darah," tambah Hendra.

Kejanggalan kematian bapak 5 anak ini sempat diperiksa oleh petugas Reskrim Polres Kutai Kertanegara. Petugas Inafis Polres Kukar meminta keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polresta Samarinda karena lokasi kejadian dugaan pengeroyokan terjadi di Lapas Samarinda.

Hendra yang sempat melihat kondisi tubuh Ahmad Syukur mengatakan banyak ditemukan memar di punggung korban. Luka juga ditemukan di pinggang yang melebar hingga ke dada. Selain itu, memar serupa juga ditemukan di punggung kiri, serta di pinggang korban bagian atas. Bahkan, juga ditemukan luka lecet di perut dan paha kanan, serta munculnya tonjolan di dada bagian kiri dekat rusuk korban.

"Kami hanya ingin meminta kejelasan mengenai bagaimana kematian Ahmad Syukur, dan kami berharap dugaan tindak kriminal itu tidak terbukti," tutup Hendra.

Sementara itu Humas RSUD AW Syachranie Samarinda dr Arsyia Andhina membenarkan telah menerima pasien Ahmad Syukur. "Benar, ada pasien atas nama Ahmad Sukur. Tapi visum belum kita lakukan, karena belum ada surat permintaan visum dari kepolisian," kata Arsyia.

Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda Ilham Agung membenarkan warga binaannya meninggal sekitar pukul 09.00 Wita tadi. Jasad korban diserahterimakan kepada pihak keluarga di RSUD AW Syachranie. Mengenai dugaan ada penganiayaan sebelum kematian Ahmad Syukur, Kalapas berjanji akan mengungkap kasus ini.

"Kami sudah ditelepon polres oleh Kanit Jatanras Polresta Samarinda Satreskrim Polresta Samarinda Iptu Abdul Rauf, Kanit mengatakan bahwa ada laporan masyarakat kalau ada warga binaan saya yang meninggal," kata Ilham.

"Sampai sore ini, kami investigasi, tidak ada pengeroyokan. Tidak benar itu korban dikeroyok. Kepala kamar saya panggil, tidak ada pengeroyokan," jelas Ilham.

(jbr/jbr)