Siswa SMA Taruna Indonesia Tewas Saat Diksar, Guru Dituntut 8 Tahun Penjara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 08:24 WIB
Ilustrasi sidang
Ilustrasi ( Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Terdakwa Obby Frisman Artakatu (25) dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Obby dinilai jaksa terbukti melakukan tindak pidana kekerasan hingga mengakibatkan seorang siswa SMA Taruna Indonesia di Kota Palembang meninggal dunia saat proses pendidikan dasar (diksar).

Petikan tuntutan dibacakan JPU Kejari Palembang, Erwin di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.

"Bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana kekerasan dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, untuk itu menuntut agar terdakwa dipidana kurungan selama 8 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan," kata Erwin membacakan tuntutan sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (11/2/2020).

Pada sidang yang dipimpin Majelis Hakim Abu Hanifah tersebut JPU menyebut terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam dakwaan primer pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 (c) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Atas tuntutan JPU, terdakwa Obby kembali membantah telah melakukan kekerasan hingga menyebabkan siswa baru SMA Taruna Indonesia Palembang bernama Delwyn Juliandro (14) meninggal dunia, dengan menahan tangis ia bahkan meminta majelis hakim memberikan keputusan yang adil.

"Saya mohon Yang Mulia bertindak adil atas apa yang telah saya alami," kata Obby di ruang sidang.

Selanjutnya
Halaman
1 2