Laporan FPI Terkait Pernyataan Ade Armando 'FPI Preman' Ditolak Bareskrim

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 20:19 WIB
kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar di Bareskrim Polri,
Kuasa hukum FPI Aziz Yanuar di Bareskrim Polri. (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

FPI melaporkan dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando ke Bareskrim Polri terkait ucapannya yang mengatakan 'FPI Preman'. Namun laporan tersebut tidak diterima.

"Jadi sekali lagi di sini kita membuktikan bahwa ketidakadilan, lalu penegakan hukum yang tebang pilih itu terbukti di beberapa hal, termasuk kali ini kita buktikan sekali lagi, secara jelas nyata, pihak penyidik ditindak pidana umum menyatakan tidak mau memproses pelaporan kita. Padahal bukti sudah cukup, keterangan sudah jelas. Kemudian argumen sudah kita bantahkan," ujar kuasa hukum FPI Aziz Yanuar di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).

Aziz merasa ada kejanggalan dalam penolakan laporan tersebut. Aziz juga membandingkan laporan itu dengan kasus yang menjerat Komisaris Utama Pertamina Busuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Argumennya antara lain, pertama, menyatakan bahwa yang melapor harus yang bersangkutan, artinya Ketua Umum FPI atau orang per seorang merujuk ke pasal 310. Kita bantah bahwa kita tidak menggunakan pasal 310, melainkan 156. Kemudian mereka beralasan lagi adalah bahwa harus menyaksikan, saya bantah alasan tersebut bahwa pada kasus Ahok kita yang melaporkan tanpa ada di Pulau Seribu bisa diproses," katanya.

Selain itu, Aziz menyebut penyidik enggan menerima laporan karena pernyataan Ade Armando ada di channel YouTube Realita TV. Jadi FPI diminta melapor ke Dewan Pers.

"Alasan berikutnya adalah bahwa melalui Dewan Pers karena Realita TV ini melalui legalitas peran. Saya katakan lagi bahwa itu tidak bisa, menurut hukum sudah kita jelaskan. Kita lagi-lagi pakai bukti. Buktinya Rocky Gerung tempo hari dilaporkan di Mabes Polri di Polda Metro Jaya pada saat keterangannya di ILC tidak ada Dewan Pers, tidak ada tvOne dipermasalahkan,"

"Jadi argumen hukum sudah, bukti sudah tapi ya mereka ya sudah lapor saja di Polda. Kita katakan apakah beda Kapolrinya, apakah peraturannya beda? Sama kan semuanya di republik ini," jelas Aziz.

Aziz menyebut banyak kasus Ade Armando yang tidak diproses polisi. Karena itu, FPI menilai Ade Armando bebas melanggar hukum.

"Setelah kita telisik ini ternyata banyak kasus Ade Armando ini, lima atau enam kasus semuanya mangkrak nggak jelas. Bahkan sampai detik ini ada yang tersangka tidak ada kejelasan juga, masih bebas dan akhirnya orangnya bebas melanggar hukum apa aja," tegas Aziz.

Aziz mengaku heran atas penolakan laporan itu. Dia kemudian menuding Ade Armando kebal hukum.

"Pertanyaannya, kami mau belajar dari dia dan iri gimana caranya kebal hukum. Kemudian, kalau laporan kayak gimana? Kan yang laporin Rocky Gerung rombongan mereka juga. Kayak Abu Janda langsung diterima dan diproses. Kita tanda petik iri dan pengen belajar," sebut Aziz.

Selanjutnya
Halaman
1 2