Cerita Angga Dituntut 6 Tahun Penjara karena Sabu Rp 100 Ribu

Andi Saputra - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 14:53 WIB
Ilustrasi sidang
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah terus mendorong para pemakai narkoba untuk dirujuk ke pusat rehabilitasi. Tapi di mata jaksa, pemakai narkoba malah dituntut untuk dimasukkan ke penjara hingga 6 tahun lamanya. Meski dengan bukti sangat sedikit.

Hal itu dialami oleh Angga Saputra. Warga Kebon Jeruk, Jakbar kelahiran 8 Juni 1996 itu membeli paket sabu 1 klip seharga Rp 100 ribu pada 10 Januari 2019 tengah malam. Saat ia pulang mengendarai sepeda motor, Angga kena razia polisi dari Polsek Metro Gambir, Jakpus. Angga kemudian diproses secara hukum.

Di persidangan, jaksa menuntut Angga selama 6 tahun penjara. Pada 30 Juli 2019, PN Jakpus memutuskan Angga melanggar Pasal 114 ayat 1 UU Narkotika dan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara.

Putusan di atas dikuatkan di tingkat banding pada 21 Agustus 2019. Padahal, Pasal 114 ayat 1 umumnya dikenai untuk para bandar narkoba karena ancamannya hingga seumur hidup. Pasal 114 ayat 1 berbunyi:

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Saksi Mata: Tiga Kurir Sabu Ditembak Mati, Bawa 288 Kilogram Sabu:

Selanjutnya
Halaman
1 2