Mahasiswa UMI Makassar Tewas Saat Ikut Diksar, Polisi Turun Tangan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 18:56 WIB
DOK ISTIMEWA/ Mahasiswa UMI Makassar, MF (20) meninggal saat  mengikuti diksar
Mahasiswa UMI Makassar, MF (20), meninggal saat mengikuti diksar. (Foto: Dok Istimewa)
Jakarta -

Seorang mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, MF (20), meninggal saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar (diksar) KSR PMI UMI. Polisi kini menyelidiki insiden tersebut.

"Masih dalam penyelidikan, kita masih ingin tahu penyebab meninggalnya apa, hasil visumnya apa," ujar Kapolres Maros AKBP Musa Tamoubolon saat dihubungi detikcom, Jumat (7/2/2020).

Korban disebut tewas karena terjatuh dan sesak napas. Namun polisi mengatakan sejumlah saksi bakal dimintai keterangan dalam waktu dekat oleh penyidik untuk memastikan informasi penyebab kematian korban.

"Kita masih interogasi keluarganya sama pihak-pihak terkait korban. Seniornya juga belum kita interogasi," kata Musa.

MF tewas saat mengikuti diksar di wilayah Tompobulu, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Selasa (4/2). Keluarga MF mengatakan korban berstatus peserta dalam diksar.

"Ceritanya itu ini almarhum dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 06.00 Wita, sementara informasi kematian korban baru diterima keluarga itu pukul 10.00 Wita pagi," ujar kakak korban, Idrus Rustan, saat dimintai konfirmasi terpisah.

Idrus mengatakan hingga kini dia masih menunggu kepastian penyebab kematian adiknya. Termasuk menunggu jawaban dari senior korban.

Idrus mengatakan keluarganya sudah meminta klarifikasi ke senior MF saat mengunjungi RS Salewangan Maros, tempat jenazah MF dibawa. Namun dalam kesempatan itu, Idrus mengaku pihak keluarga tak mendapat penjelasan yang memuaskan.

"Yang disampaikan ke bapak itu, pas dihubungi bilangji, kalau ini almarhum meninggal kalau ndag salah itu karena tenggelam. Terus bilangki kejelasannya itu nanti di rumah sakit kita bicarakan," katanya.

"Makanya pas sampai ka di rumah sakit itu sama bapak sama mama, bilangji tidak tahu," sambung Idrus.

Namun pihak keluarga saat itu tetap fokus mengebumikan MF. "Karena pikirannya keluarga itu kan bagaimana supaya bisa cepat selesai ini proses pemakaman," pungkasnya.

(fdn/fdn)