Banyak Pihak Disebut Bingung Konsep Merdeka Belajar, Nadiem Diminta Bertindak

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 12:56 WIB
Pengamat pendidikan Indra Charismiadji (Rahel Narda Chaterine/detikcom)
Pengamat pendidikan Indra Charismiadji (Rahel Narda Chaterine/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar bagi pendidikan Indonesia. Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengatakan masih banyak orang yang belum paham dengan konsep tersebut.

Indra menyampaikan hal ini dalam pertemuannya dengan Nadiem di kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020). Pertemuan tersebut membahas soal feedback dari Kebijakan Merdeka Belajar yang diadakan secara tertutup.

"Saya sampaikan, Merdeka Belajar tuh sama Kampus Merdeka itu di lapangan masih banyak yang bingung. Di Dinas Pendidikan bingung, sekolah bingung, guru-guru bingung, orang tua bingung, 'gimana sih'. Kayak USBN saja sekarang kan banyak sekolah yang bingung, 'ini gimana, ujiannya pakai apa'," kata Indra seusai pertemuan dengan Nadiem.

Indra menegaskan pemerintah juga belum melakukan sosialisasi ke daerah tentang kebijakan Merdeka Belajar. Menurutnya, Kemendikbud perlu melakukan sosialisasi untuk kebijakan ini.

"Belum. Memang belum (ada sosialisasi ke daerah). Baru launching itu. Harapannya kan sudah viral. Pergantian Permen. Kalau masyarakatnya masyarakat yang modern yang tingkat pendidikannya tinggi, model begitu sudah cukup. Begitu ada Permen baru, semua sudah tersosialisasi. Sedangkan bangsa kita tuh kan nggak suka baca," ujar Indra.

"Jadi kebijakan ini pun kelihatannya harus lebih banyak disosialisasikan," tambah Indra.

Dia pun menyarankan Nadiem melakukan sosialisasi langsung tentang konsep dari Merdeka Belajar ke daerah-daerah. Namun Nadiem belum memberikan keputusan atas saran tersebut.

"Kalau tadi saran saya, datang ke tiap daerah, menjelaskan konsepnya ini bahkan levelnya sampai ke kepala daerah, kan. Kita ajak malah, 'Yuk, kita bangun SDM bareng-bareng. Kita bikin ini'. Jadi bukan model top-down, bukan perintah, tapi kita ajak kolaborasi. Tadi saran saya kan seperti itu. Beliau belum menentukan sih mau langkahnya seperti apa. Tapi saran saya seperti itu," tutur Indra.

Selain itu, dalam pertemuan tadi Indra juga menyarankan agar Nadiem mengeluarkan sebuah lisensi mengajar bagi guru. Menurut Indra, Nadiem setuju dengan sarannya dan juga sedang mempersiapkan sebuah kebijakan yang serupa untuk guru.

"Kemudian saya juga mengusulkan tentang teaching license, lisensi mengajar. Kalau sekarang kan Pendidikan Profesi Guru (PPG)-nya nggak jelas kualitasnya. Beliau juga sangat setuju. Beliau mengatakan itu yang sedang kita siapkan, itu yang saya nggak berani buru-buru kalau nggak matang. Beliau jadi sudah tahu persis apa yang mau dilakukan," ujar Indra.

Simak Video "Adu Harta Menteri Erick Thohir, Wishnutama, dan Nadiem Makarim"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)