Penyidikan Disetop, Kejati Sulsel Bebaskan Tersangka Korupsi Jeng Tang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 11:29 WIB
Buronan kasus korupsi sewa lahan di Makassar Sulsel, Soedirjo Aliman alias Jeng Tang dibawa ke kantor Kejati Sulsel
Soedirjo Aliman alias Jeng Tang (Hermawan M-detikcom)
Makassar -

Jaksa kini menyetop kasus sewa tanah negara di Kelurahan Buloa, Makassar. Tersangka kasus ini yang sempat buron 2 tahun lalu ditangkap, Soedirjo Aliman alias Jeng Tang, pun dibebaskan.

"Iya, kita hentikan penyidikannya," ujar Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Idil, kepada wartawan, Jumat (7/2/2020).

Surat penghentian penyidikan perkara (SP3) kasus Jeng Tang ini dikeluarkan jaksa pada Rabu (29/1). Pengusaha hotel itu kini tak lagi berstatus tahanan jaksa.

Idil mengatakan, SP3 dikeluarkan usai tiga kasus yang berkaitan dengan kasus Jeng Tang gagal dimenangkan jaksa. Tiga kasus itu ialah kasus menyewakan lahan negara oleh anak buah Jeng Tang, yakni Rusdin dan Jayanti.

Selanjutnya satu kasus lainnya, ialah perkara eks Asisten I Pemkot Makassar, Sabri, yang ditetapkan tersangka karena terlibat bersama lurah dan camat mengeluarkan surat hak garap atas lahan yang disewakan Rusdin dan Jayanti.

"Selanjutnya ada perkara perdata yang berkaitan dengan perkara itu (perkara Jeng Tang) juga menang," katanya.

Sebelum dinyatakan bebas, Jeng Tang menjadi tersangka pada 1 November 2017 hingga akhirnya dia ditetapkan buron pada 9 Desember 2019 usai minggat dari rumahnya di Makassar.

Semasa buron, jaksa Kejati Sulsel sudah berulangkali melakukan penggerebekan di rumah dan showroom milik Jeng Tang meski upaya itu selalu gagal. Penggerebekan itu di antaranya 2 kali kesempatan dilakukan di showroom milik Jen Tang, sementara 4 kali kesempatan lainnya dilakukan di kediaman pribadinya, yang posisinya juga berada tidak jauh dari showroom Jen Tang.

Jeng Tang kemudian ditangkap Kejaksaan Agung di daerah Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Oktober 2019. Namun saat mengambil alih penahanan Jeng Tang, jaksa Kejati Sulsel mengeluarkan penangguhan penahanan untuk Jeng Tang dengan alasan tersangka sakit pada Kamis, 12 Desember 2019.

Kasus yang membelit Jen Tang berkaitan dengan penggunaan sewa tanah di Kelurahan Buloa, Tallo, Makassar. Tanah itu diduga diklaim Jen Tang meskipun sebenarnya milik negara. Jen Tang diduga menguasai lahan itu dan menyewakan ke PT Pembangunan Perumahan (PP) untuk digunakan sebagai jalan masuk ke proyek pembangunan Makassar New Port.

"Diduga SA menerima pembayaran sewa sebesar Rp 500 juta dari PT Pelindo melalui PT PP (Pembangunan Perumahan) karena tersangka mengklaim tanah tersebut miliknya, padahal tanah itu adalah milik PT Pelindo sendiri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Selasa (26/11/2019).

Meskipun kasus ini ditangani Kejati Sulsel, Febri menyebut KPK ikut mengecek hal-hal lain berkaitan dengan kasus itu. KPK heran bagaimana seorang Jen Tang bisa menguasai tanah milik negara.

"Dalam gelar perkara disepakati bahwa penanganan kasus tersebut tidak hanya berfokus pada tindak pidana hilirnya saja, yaitu masalah perolehan uang sewa tanah secara tidak sah oleh tersangka, tetapi juga akan didalami dugaan tindak pidana hulunya, yaitu bagaimana perolehan atau penguasaan area tersebut yang diduga diperoleh secara tidak sah. Disampaikan juga dalam gelar perkara bahwa penyidik sudah mendapatkan bukti-bukti terkait hal tersebut," sebut Febri.

Tonton juga Gubernur Sulsel Bakal Observasi Lagi Warganya Usai Karantina di Natuna :

[Gambas:Video 20detik]

(knv/jbr)