Cara Pekerja Bank Jual Data Nasabah dari OJK untuk Bobol Rekening

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 16:15 WIB
Polda Metro Jaya merilis kasus pembobolan rekening milik Ilham Bintang. Sebanyak 8 tersangka dan berbagai barang bukti dipamerkan polisi.
Para tersangka kasus pembobolan rekening Ilham Bintang (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Hendri Budi Kusumo, pegawai Bank Bintara Pratama Sejahtera menyalahgunakan kewenangannya dengan cara menjual data-data nasabah bank karena memiliki akses pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagaimana cara kerjanya?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tersangka Hendri memang betul bekerja di Bank Bintara Pratama, namun Yusri tidak menjelaskan jabatan tersangka di bank itu. Yusri hanya menyebut tersangka bisa mendapatkan data-data nasabah yang hendak dia jual-belikan.

"H laki-laki dia kerja di salah satu bank di Jakarta, ini Bank Bintara Pratama Sejahtera. H punya akses bisa dapat SLIK OJK atau SLIP OJK," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/2/2020)

Tersangka H menjual data-data itu ke orang-orang yang tidak bertanggung jawab seharga Rp 100 ribu per satu data. Data itu berisi nama lengkap korban, nomor telepon, alamat hingga jumlah uang di rekening korban.

"SLIK OJK disitu ada data-data pribadi lengkap seseorang yang memiliki rekening atau limit rekening yang ada secara random dia bisa tahu," kata Yusri.

"Dia menggunakan kewenangannya ini untuk berbuat jahat. Dia menjual ke orang-orang yang tidak bertanggung jawab termasuk D," sambungnya.

Simak Video "Pembobol Rekening Ilham Bintang Sindikat Palembang"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2