"Data saya ada 23 ekor. Kalau penyebab kemarin dugaan kita tympani atau perut kembung," ujar Kadis Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma saat dihubungi, Rabu (5/2/2020).
Kasus sapi mendadak mati diketahui terjadi pada rentang waktu 31 Desember sampai 19 Januari.
Baca juga: 564 Babi di Badung Bali Mendadak Mati |
Dinas PKP sebelumnya mengecek ke lapangan dan mengambil sampel sapi yang mendadak mati. Hingga saat ini belum ada laporan terbaru mengenai sapi mendadak mati.
"Sampai saat ini hanya ada 23 ekor. Sekali lagi itu merupakan data saya," ujar Sarma. (fdn/fdn)











































