Pemulangan 600 WNI Eks ISIS, Jimly Asshiddiqie: Cabut Paspornya Lalu Dites

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 12:57 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie angkat suara terkait wacana pemulangan 600 WNI mantan anggota ISIS ke Indonesia. Dia menyebut harus ada pencabutan paspor para mantan anggota ISIS tersebut.
Foto: Jefri/detikcom
Jakarta -

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie angkat suara terkait wacana pemulangan 600 WNI mantan anggota ISIS ke Indonesia. Dia menyebut harus ada pencabutan paspor para mantan anggota ISIS tersebut.

"Iya dicabut dulu (paspornya) biar ada punishment. Kalau nggak, nggak ada efek jera," kata Jimly di kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).


Jimly mengatakan pencopotan paspor kewarganegaraan tersebut dilakukan bila terbuka para WNI yang pulang tersebut pernah berperang demi negara lain. Dia juga menyebut tidak cukup dengan penandatanganan berkas pengakuan tunduk pada NKRI secara tertulis, namun perlu ada tes yang menguji kesetiaan mereka terhadap negara.

"Saya rasa perlu ada tes khusus tapi untuk tindakan yang sifatnya mendidik, memang sebaiknya kalau terbukti mereka ikut perang, mereka ikut bekerja untuk pasukan perang negara lain itu sudah memenuhi syarat dicabut paspornya," ungkapnya.

"Jadi saya sarankan cabut dulu paspornya. Nanti urusan belakangan dia ingin kembali lagi. Kalau dia ingin kembali lagi ada syarat-syaratnya termasuk tes. Jadi bukan cuma selembar kertas tapi juga ada tes," sambung Jimly.

Simak Video "Soal Nasib 600 WNI Eks ISIS, Dipulangkan atau Tidak?"

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2