Kontrakan Mahasiswa di Makassar Diserang, 1 Orang Kena Busur di Bokong

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 12:00 WIB
Penyerangan terjadi di rumah kontrakan milik mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Mahasiswa yang kena anak panah di bokong. (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

Penyerangan terjadi di rumah kontrakan milik mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibatnya, dua mahasiswa dilarikan ke rumah sakit akibat terkena anak panah busur.

"Iya 2 mahasiswa kena busur. Satu kena di lutut 1 lagi di pantatnya," ujar Kapolsek Rappocini Kompol H Ashari kepada wartawan, Rabu (5/2/2020).

"Mereka masing-masing inisialnya MA (23) dan ME (21)," sambung Ashari.

Peristiwa penyerangan terjadi di rumah kontrakan milik mahasiswa Bulukumba, BTN Minasa Upa, Rappocini, Makassar, sekitar pukul 22.30 Wita, Selasa (4/2). Penyerangan ini diduga polisi dilakukan oleh sekitar 20 orang.

Ashari menjelaskan penyerangan bermula saat salah seorang mahasiswa atau saksi, VL (22), ke luar rumah karena hendak membeli rokok. Namun tiba-tiba ia melihat kumpulan pelaku melepaskan tembakan anak panah busur ke arahnya.

"Jadi dia lari masuk ke dalam rumah dan berteriak 'kita diserang'," ujar Ashari.

Kelompok terduga pelaku, lanjut Ashari, tak membuang waktu dan langsung melakukan aksi penyerangan dengan cara masuk ke rumah serta menyerang menggunakan anak panah busur terhadap mahasiswa di dalam rumah.

"Mereka juga melakukan perusakan, seperti memecahkan kaca jendela dan menghambur barang di dalam rumah seperti meja, kursi, dan kipas angin," ujar Ashari.

"Beberapa pelaku masuk menyisir ke dalam kamar dengan berteriak kata-kata kotor sambil melepaskan busur panah ke dalam kamar yang dihuni 4 orang sehingga mengenai 2 orang korban," imbuhnya.

Kepada polisi, sejumlah rekan korban menduga penyerangan tersebut diduga sebagai aksi balasan terkait peristiwa bentrokan yang sebelumnya terjadi di kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Polisi juga mengatakan penyerangan di lokasi merupakan yang kedua kalinya setelah pada November 2019 rumah tersebut diserang bom molotov oleh orang tak dikenal.

Namun polisi mengaku masih perlu mendalami insiden yang melukai 2 mahasiswa tersebut.

"Kejadian tersebut diduga imbas dari konflik antara mahasiswa dengan mahasiswa di Unismuh," pungkas Ashari.

Simak Video "Tiga Pelaku Pemicu Bentrok Massa di Sukabumi Ditangkap!"

[Gambas:Video 20detik]

(tor/tor)